BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya resmi meluncurkan Gerakan Pentahelix sebagai langkah strategis untuk memutus rantai penyebaran penyakit AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM).
Langkah kolaboratif ini diambil guna memperkuat sistem kesehatan daerah dan memastikan penanganan ketiga penyakit menular tersebut dapat berjalan lebih efektif, masif, dan terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menyampaikan bahwa tantangan dalam mengeliminasi AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor kesehatan semata.
Menurutnya, diperlukan komitmen bersama yang melibatkan lima unsur utama dalam konsep pentahelix, yakni pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, serta media massa.
"Penanganan ATM ini memerlukan kerja keras dan sinergi yang kuat. Melalui Gerakan Pentahelix, kita menyatukan persepsi dan sumber daya agar pencegahan serta penanggulangan penyakit ini bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat," katanya, Kamis, 18 Juni 2026.
Lebih lanjut, Zaini menjelaskan bahwa masing-masing unsur dalam pentahelix memiliki peran krusial yang saling melengkapi.
Pemerintah bertindak sebagai regulator, akademisi memberikan kajian ilmiah dan inovasi, sementara pelaku usaha berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial (CSR).
Di sisi lain, komunitas bergerak aktif di lapangan, didukung oleh media massa yang berfungsi mengedukasi publik secara luas.
Pemerintah Kota Palangka Raya juga berfokus pada deteksi dini dan pemenuhan fasilitas kesehatan yang memadai di seluruh fasilitas layanan kesehatan (fasyankes).
Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, diharapkan tidak ada lagi stigma negatif terhadap para penderita, sehingga mereka yang bergejala tidak takut untuk memeriksakan diri dan mendapatkan pengobatan hingga sembuh total.
"Melalui peluncuran gerakan ini, Pemerintah Kota Palangka Raya optimistis dapat mencapai target eliminasi AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria dalam beberapa tahun ke depan," ujarnya.
Zaini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk konsisten menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta aktif mendukung jalannya program ini demi mewujudkan Kota Palangka Raya yang sehat dan bebas dari ancaman ATM. (HENDRI/H)
Pemko Palangka Raya Lakukan Gerakan Pentahelix Putus Penyebaran Penyakit ATM
Bagikan:

PALANGKA RAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemko Palangka Raya Dukung Perda Kelurahan Presisi dan Perlindungan Kekayaan Intelektual
Pemko Palangka Raya Siapkan BTT Rp6,7 Miliar untuk Penanggulangan Karhutla
Pemko Palangka Raya Perpanjangan PJJ Hingga 26 September
Pemko Ungkap Backlog Rumah Palangka Raya Capai 36.265 Unit, 4.641 KK MBR Belum Punya Hunian Layak
Pemko Targetkan 10.636 Rumah Layak untuk MBR dalam 5 Tahun
Pemko Palangka Raya Serahkan Dokumen Kependudukan kepada Keluarga Almarhum Akhmad Rijani
Komentar (0)
Memuat komentar…







