PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya resmi mengalokasikan dana insentif sebesar Rp6 miliar yang diterima dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dana tersebut dipastikan akan difokuskan sepenuhnya untuk percepatan pembangunan infrastruktur guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Langkah strategis ini diambil sebagai tindak lanjut atas apresiasi pemerintah pusat terhadap kinerja Pemko Palangka Raya selama satu tahun terakhir. Kota ini dinilai sukses dalam menjalankan program-program prioritas nasional, terutama dalam aspek penanggulangan kemiskinan, percepatan penurunan angka stunting, serta upaya menekan tingkat pengangguran.

Selain fokus pada isu sosial tersebut, Pemko Palangka Raya juga mendapat penilaian tinggi karena kreativitasnya dalam mencari sumber pembiayaan di luar anggaran reguler.

Atas dedikasi tersebut, Palangka Raya berhasil menyabet gelar Juara II untuk kategori regional Kalimantan dalam ajang apresiasi pemerintah daerah yang diselenggarakan Kemendagri.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Palangka Raya, Andri Permana, menegaskan bahwa dana insentif ini merupakan buah dari kerja keras seluruh elemen perangkat daerah.

Ia menyatakan bahwa pengalokasian dana ke sektor infrastruktur dipilih karena dinilai memiliki dampak langsung yang paling dirasakan dan dibutuhkan oleh masyarakat luas.

"Penggunaan dana ini dialokasi ke infrastruktur. Untuk rincian bisa diminta kepada Bapperida. Diharapkan anggaran ini mampu mempercepat perbaikan sarana dan prasarana publik yang menjadi kebutuhan mendesak warga saat ini," katanya, Kamis, 25 Juni 2026.

Ia mengatakan dengan infrastruktur yang lebih memadai, Pemko optimistis roda perekonomian lokal akan bergerak lebih dinamis, sekaligus mendukung efektivitas program-program pelayanan publik lainnya. (HENDRI/H)