BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, Menengah dan Perindustrian (DPKUKMP) menggelar kegiatan Operasi Pasar Gas Elpiji 3 Kilogram bersubsidi.
Kegiatan ini bertujuan menjaga ketersediaan dan menstabilkan harga kebutuhan pokok masyarakat di tengah kebutuhan sehari-hari.
Plt Kepala DPKUKMP Palangka Raya Samsul Rizal melalui Kepala Bidang Perdagangan DPKUKMP Kota Palangka Raya, Fajar Bhakti, menyampaikan operasi pasar ini bekerja sama dengan PT Pertamina Patra Niaga Palangka Raya.
Penjualan dilakukan secara resmi dengan mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yaitu sebesar Rp22.000 per tabung.
“Kegiatan ini dilaksanakan agar warga, terutama kelompok kurang mampu dan pelaku usaha mikro, dapat memperoleh gas LPG bersubsidi dengan harga wajar dan terjangkau. Kami pastikan tidak ada selisih harga yang memberatkan pembeli,” ujar Fajar Bhakti, Senin, 29 Juni 2026
Operasi pasar berlangsung selama lima hari berturut-turut mulai 29 Juni hingga 3 Juli 2026, pada pukul 10.00 hingga 12.00 WIB.
Penyebaran lokasi dilakukan di lima titik strategis, yaitu Kelurahan Panarung, Halaman Pasar Kereng Bangkirai, Halaman Masjid Raya Darussalam, depan SMPN 1 Palangka Raya, serta Halaman Masjid Agung Kubah Kecubung Darurrahman. Setiap lokasi menyediakan 150 tabung elpiji bersubsidi.
Fajar menambahkan pembelian memiliki syarat ketat untuk menjamin penyaluran tepat sasaran. Pembeli wajib melampirkan fotokopi Kartu Tanda Penduduk, terdaftar sebagai pengguna resmi elpiji 3 kg, dan dilarang membeli secara berulang melebihi kuota bulanan. Kegiatan ini khusus ditujukan bagi Warga Rumah Tangga Miskin dan pelaku usaha mikro.
“Kami berharap operasi pasar ini dapat meringankan beban ekonomi masyarakat. Jadwal sewaktu-waktu dapat berubah sesuai kondisi di lapangan, sehingga warga disarankan memantau informasi resmi dari DPKUKMP Kota Palangka Raya,” pungkasnya. (PATHUR/y)









