PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Tim Pemerintah Kota Palangka Raya melakukan pemantauan pelaksanaan Program Kampung Keren di RT 02 RW 01 Kelurahan Kereng Bangkirai. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengevaluasi perkembangan program yang dijalankan perguruan tinggi bersama masyarakat sesuai proposal yang telah diajukan.

Kepala Bapperida Kota Palangka Raya, Fauzi Rahman, mengatakan pemantauan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan Program Kampung Keren berjalan sesuai dengan target yang telah direncanakan masing-masing tim pendamping.

“Kami harus memantau kegiatan-kegiatan Kampung Keren ini, apakah mereka ada berprogres atau tidak sesuai proposal yang sudah diajukan mereka,” kata Fauzi Rahman di Kelurahan Kereng Bangkirai, Palangka Raya, Jumat, 4 Juli 2026.

Menurutnya, Program Kampung Keren dilaksanakan pada 12 deliniasi yang sebagian besar berada di kawasan yang masuk kategori permukiman kumuh di Kota Palangka Raya. Pemilihan lokasi dilakukan berdasarkan tingkat kebutuhan penanganan dan potensi pengembangannya.

Fauzi menjelaskan Kelurahan Kereng Bangkirai menjadi salah satu lokasi prioritas karena memiliki potensi wisata yang perlu didukung dengan pengelolaan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Apalagi tempat ini tempat wisata, misalnya kalau di Kereng Bangkirai seperti ini kan otomatis memang kita harus menjaga kebersihan, menjaga kesejahteraan masyarakat juga, supaya wisatawan bisa meningkat, kesejahteraan masyarakat juga meningkat,” ujarnya.

Ia menilai terdapat hubungan yang saling mendukung antara pengelolaan lingkungan, pengembangan wisata, dan peningkatan ekonomi masyarakat. Karena itu, program yang dijalankan di Kereng Bangkirai diarahkan agar mampu mengintegrasikan ketiga aspek tersebut.

Dalam pemantauan tersebut, Fauzi mengapresiasi perkembangan pelaksanaan program yang didampingi Akademi Kebidanan Betang Asi Raya (Betang ASI). Berdasarkan laporan sementara, progres pelaksanaan telah mencapai sekitar 75 persen dari target yang tercantum dalam proposal.

“Ini saya lihat sudah ada banyak kemajuan. Tadi ada dibilang ada 75 persen progres yang sesuai dengan proposal,” katanya.

Ia mengatakan hasil evaluasi seluruh pelaksanaan Program Kampung Keren nantinya akan dilaporkan kepada Wali Kota Palangka Raya sebagai bahan penilaian perkembangan program yang dilaksanakan oleh perguruan tinggi di Kota Palangka Raya.

Fauzi menjelaskan, dari 18 perguruan tinggi yang diundang untuk mengikuti Program Kampung Keren, terdapat 12 tim yang mengajukan proposal dan menyatakan kesediaan untuk mendampingi masyarakat. Tim tersebut berasal dari 10 perguruan tinggi, termasuk Universitas Palangka Raya yang mengirimkan beberapa tim dari fakultas berbeda.

Menurutnya, pelaksanaan Program Kampung Keren juga membuka ruang kolaborasi lintas sektor. Berbagai organisasi perangkat daerah dapat berkontribusi sesuai dengan program dan kewenangan masing-masing selama memberikan manfaat kepada masyarakat.

Ia menegaskan tujuan utama Program Kampung Keren adalah membangun partisipasi masyarakat dalam pembangunan lingkungan tempat tinggalnya, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku utama pembangunan.

“Tidak lagi mereka cuek dengan kegiatan pembangunan yang ada di wilayahnya, tapi mereka berperan aktif di kampung masing-masing,” ujarnya.

Fauzi menambahkan, konsep KEREN yang dikembangkan Pemerintah Kota Palangka Raya merupakan akronim dari kolaboratif, ekonomi, religius, enerjik, dan nyaman. Kelima unsur tersebut diharapkan mampu membentuk lingkungan masyarakat yang lebih maju dan berkelanjutan.

Ia menekankan bahwa pengelolaan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Melalui Program Kampung Keren, pemerintah juga mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat serta bersama-sama mencari solusi pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan warga. (HERMAWAN DP/H)