BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya mulai memperkuat langkah antisipasi terhadap potensi peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta memburuknya kualitas udara.
Juru Bicara Pemko Palangka Raya, Jesica Maria Fernanda, mengatakan Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin bersama Wakil Wali Kota Achmad Zaini telah mempersiapkan fasilitas berupa ruangan pelayanan oksigen di sejumlah puskesmas sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi dampak gangguan kualitas udara.
Fasilitas tersebut disiapkan agar masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan dapat memperoleh penanganan awal dan pelayanan kesehatan secara lebih cepat di fasilitas kesehatan terdekat.
Sebanyak 11 puskesmas disiapkan untuk mendukung pelayanan tersebut, yakni Puskesmas Menteng, Bukit Hindu, Pahandut, Jekan Raya, Panarung, Kereng Bangkirai, Kalampangan, Marina Permai, Tangkiling, dan Rakumpit.
Jesica menegaskan kesiapan fasilitas kesehatan menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi lingkungan yang berpotensi meningkatkan gangguan pernapasan. Namun, upaya pencegahan tetap harus dilakukan bersama dengan menjaga kesehatan dan menghindari paparan asap.
“Pemerintah kota sudah mempersiapkan fasilitas pelayanan oksigen di puskesmas sebagai langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan gangguan pernapasan. Kami ingin pelayanan kesehatan tetap siap dan masyarakat mendapatkan penanganan dengan cepat,” ujar Jesica, Jumat 21 Agustus 2026.
Pemko juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ketika kualitas udara menurun, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia dan masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap gangguan pernapasan. (MARINI/H)









