BORNEONEWS, Sampit - Objek wisata Taman Patung Ikan Jelawat yang merupakan ikon Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) makin banyak pengunjung sejak diresmikan tiga tahun lalu. Namun, di balik keindahannya, ternyata lokasi wisata tersebut masih dalam masa pembangunan dengan kondisi saat ini baru 60 persen.
Hal tersebut diungkapkan Sekda Kotim, Halikinnor, Selasa (30/1/2018). "Bupati beserta para pemerintahan daerah akan terus meningkatan tempat wisata tersebut. Insya Allah, dalam 3 tahun mendatang Ikon Jelawat akan lebih baik lagi," ucapnya.
Dalam tahap pembangunan lanjutan, Taman Ikon Jelawat akan dilebarkan seluas tiga meter ke arah timur, tepat nya kearah sungai Mentaya. Hal itu diperuntukkan sebagai ruang terbuka hijau (RTH). Dan ditambah satu patung ikan jelawat dengan ukuran yang terbilang tinggi, yakni 37 meter.
"Sungai nanti akan disiring dan akan diuruk tanah, diperuntukkan penghijauan, tentunya hal tersebut dapat menjadikan taman ini menjadi lebih sejuk. Ditambah patung ikan jelawat setinggi 37 meter. Naik ke atas jelawat langsung bisa melihat Kota Sampit," terangnya.
Selain itu, di lokasi tersebut juga akan dipercantik dengan adanya lambu LED, sehingga suasana dimalam hari akan terasa lebih indah dengan kerlap-kerlip cahaya. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-5)








