SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Guna menghidupkan kembali aktivitas dagang di Sungai Mentaya, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), pemerintah daerah berencana akan menyediakan kembali pasar trapung yang berada di dekat Ikon Kota Patung Jelawat.

"Nanti kami akan kerjasama dengan warga sekitar tapi Sungai Mentaya, untuk berjualan menggunakan perahu kelotok atau sampan di dekat ikon kota tersebut," ujar Bupati Kotim Supian Hadi, Senin (16/4/2018).

Sebenarnya Pasar terapung sebenarnya sudah ada beberapa tahun lalu. Namun hanya beberapa pedagang saja, dan yang dijual juga merupakan kue tradisional. Tetapi saat ini sudah mulai tidak terlihat lagi. Dan hal tersebutlah yang jadi perhatian pemerintah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

"Nanti akan kami data yang berjualan, dan akan kami berikan subsidi bagi mereka yang mau berdagang. Sehingga tidak mengalami kerugian bagi mereka," kata Supian.

Ia menerangkan bahwa pasar terapung itu digalakkan kembali untuk menjadi salah satu daya tarik saat para wisatawan datang untuk melakukan wisata susur sungai. Sehingga mereka bisa datang untuk sekedar membeli kue dan lainnya.

--page

 
"Nantinya untuk perahu itu rata-rata berjualan kue tradisional. Dan untuk sementara akan diadakan jadwalnya," terang Supian. 

Ia berharap agar hal tersebut bisa menjadi daya tarik di Sungai Mentaya. Sehingga banyak masyarakat yang datang untuk merasakan wisata susur sungai tersebut. (MUHAMMAD HAMIM/m)