BORENONEWS, Seoul - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un melakukan kunjungan ke Kota Dandong, China, melalui jembatan baru yang menghubungkan kedua negara, menurut sumber pemerintah pada Sabtu.
Ketibaan Kim di Dandong berlangsung sehari sebelum Korut dan China memperingati partisipasi tentara China dalam Perang Korea tahun 1950-1953.
Kim "tiba di Dandong, Provinsi Liaoning, China, melalui Jembatan Sungai Amnok Baru," kata sang sumber kepada kantor berita Yonhap. Sungai Amnok juga dikenal sebagai Sungai Yalu di China.
Sumber terpisah dari partai penguasa menyebut Kim kemungkinan akan pulang pada Sabtu, mengingat tidak ada alasan baginya untuk menghabiskan waktu lebih lama di Dandong setelah peresmian jembatan.
Terlebih, sebuah acara peringatan besar akan digelar di Korut pada Minggu.
"Durasi kunjungan ke China itu diperkirakan akan sangat pendek," kata sumber.
Jembatan yang menghubungkan Kota Sinuiju di Korut dengan Kota Dandong di China itu dibuka setelah pembukaannya tertunda selama 12 tahun dan mencerminkan peluang penguatan kerja sama ekonomi antara Pyongyang dan Beijing.
Jembatan sepanjang 3.026 meter dengan empat lajur tersebut selesai pada 2014 dengan bantuan pendanaan sebesar 310 miliar dolar AS dari China.
Akan tetapi, pembukaannya tertunda bertahun-tahun karena ketidakmampuan, kalau bukan penolakan, pihak Korut untuk menyelesaikan pembangunan jalan penghubung dan fasilitas bea cukai di sisi perbatasan mereka.
Pyongyang dan Beijing menetapkan 25 Oktober sebagai hari peringatan keterlibatan tentara China dalam Perang Korea untuk membantu Korut.
Tanggal tersebut merupakan hari pertama pecahnya pertempuran antara tentara China dengan pasukan PBB di Semenanjung Korea.
Adapun Perdana Menteri China Li Qiang disebut telah berkunjung ke Dandong.
Kim Jong-un terakhir kali berkunjung ke China pada September 2025, dan kunjungannya ke China pada Sabtu ini merupakan yang keenam baginya.
Bulan depan, China akan menjadi tuan rumah KTT APEC di Shenzhen, di mana Presiden Amerika Serikat Donald Trump diperkirakan akan hadir.
Trump berharap ia dapat bertemu Kim Jong-un, tetapi belum ada tanggapan apapun dari Pyongyang.
ANTARA









