SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sungai Mentaya di sekitar Desa Terantang, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menjadi salah satu lokasi rawan kemunculan buaya. Penampakan satwa liar tersebut kembali terekam warga saat sedang memancing dari atas perahu.

"Iya. Wilayah perairan Desa Terantang termasuk wilayah rawan. Beberapa kali buaya muncul di wilayah perairan tersebut," kata Kepala BKSDA Pos Sampit Muriansyah, Selasa, 20 Oktober 2026.

Penampakan terbaru itu sempat direkam warga dan videonya beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, individu buaya berukuran cukup besar terlihat mengapung di permukaan sungai. Meski perahu warga melintas di dekatnya, buaya itu masih terlihat berada di permukaan air.

Kemunculan buaya di kawasan tersebut bukan kejadian pertama. Berdasarkan catatan BKSDA Pos Sampit, satwa tersebut beberapa kali terlihat di perairan Desa Terantang sehingga masyarakat perlu lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai.

Salah satu hal yang menjadi perhatian BKSDA adalah tingginya aktivitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) yang masih dilakukan warga di sungai. Aktivitas tersebut membuat masyarakat berpotensi berhadapan langsung dengan buaya yang muncul di sekitar lokasi.

"Di daerah perairan tersebut, aktivitas MCK di sungai sangat tinggi. Seharusnya, warga semakin meningkatkan kewaspadaan," katanya.

Muriansyah menduga buaya yang terekam warga tersebut merupakan jenis buaya muara.

"Di daerah tersebut, selama ini buaya yang muncul atau terlihat warga dan sempat didokumentasikan, jenis buaya muara," tambahnya.

Kemunculan buaya yang berulang di Sungai Mentaya, khususnya sekitar Desa Terantang, berpotensi meningkatkan risiko konflik antara manusia dan satwa liar.

Oleh karena itu, BKSDA mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika mandi, mencuci, memancing, atau melakukan kegiatan lain di sekitar sungai. Warga juga sebaiknya menghindari aktivitas di perairan yang diketahui menjadi lokasi kemunculan buaya.

Selain itu, masyarakat diimbau tidak membuang sampah maupun bangkai hewan ke sungai. Warga juga diminta tidak menempatkan atau memelihara ternak di bantaran sungai karena dapat menarik perhatian buaya mendekati kawasan permukiman. (DEWI PATMALASARI/j)