PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Borneonews.co.id menjadi salah satu media daerah yang dilibatkan dalam Green Editor Forum atau GEF bertajuk El Niño dan Karhutla: Melihat Api di Meja Redaksi yang diselenggarakan Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia atau The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) pada Senin, 19 Oktober 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Pemimpin Redaksi (Pemred) Borneonews Pariyanto Marman hadir sebagai salah satu narasumber daerah untuk membahas pola pemberitaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya menghadapi risiko El Niño serta tantangan redaksi dalam menyajikan informasi yang berorientasi pada kepentingan publik.

Ketua Umum SIEJ, Themmy Doany saat membuka kegiatan mengatakan bahwa Green Editor Forum menjadi ruang diskusi bagi tiga media nasional dan empat media lokal untuk mengevaluasi praktik pemberitaan karhutla. Forum ini juga mendorong penguatan peran media dalam mengawal mitigasi, pencegahan, kesiapsiagaan, serta akuntabilitas pemerintah dalam penanganan karhutla.

Dari Kalimantan, terdapat dua media yang dilibatkan dalam forum tersebut, yakni suarakalbar.co.id dari Kalbar dan Borneonews dari Kalteng.

Borneonews menjadi salah satu media yang diundang sebagai narasumber daerah sekaligus membawa perspektif pemberitaan dari wilayah yang setiap tahun menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.

“Borneonews dilibatkan karena alasan mereka jumlah views-nya.  Nanti juga ada koreksi-koreksi dari mereka. Namanya juga kita kena riset mereka,” ujar Pariyanto.

Keterlibatan Borneonews dalam forum ini menjadi kesempatan untuk mengevaluasi praktik jurnalistik dalam memberitakan karhutla, termasuk bagaimana media mengemas informasi agar tidak hanya berfokus pada peristiwa kebakaran, tetapi juga persoalan pencegahan atau mitigasi, kesiapan penanganan, dan tanggung jawab pihak-pihak terkait.

"Dalam konteks ancaman El Niño, pemberitaan karhutla dinilai perlu memberikan perhatian lebih pada aspek mitigasi dan kesiapsiagaan," tambah Pariyanto.

Informasi mengenai potensi risiko, langkah pencegahan, dampak terhadap masyarakat, serta upaya pemerintah menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran publik.

Melalui Green Editor Forum, SIEJ membuka ruang pertukaran pandangan antara media nasional dan daerah untuk memperkuat kualitas pemberitaan lingkungan. Diskusi tersebut sekaligus menjadi momentum bagi redaksi untuk meninjau kembali pendekatan editorial dalam mengawal persoalan karhutla secara lebih kritis dan berkelanjutan.

Dengan keterlibatan media daerah, forum ini diharapkan dapat memperkuat pemberitaan yang tidak hanya melaporkan kejadian kebakaran, tetapi juga mendorong transparansi, evaluasi kebijakan, dan akuntabilitas dalam upaya pencegahan serta penanganan karhutla. (TESTI PRISCILLA/j)