Penurunan harga di Pasar Besar menjadi perkembangan positif bagi masyarakat yang membutuhkan cabai rawit merah untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha kuliner.
Kunjungan ini menjadi momen penting untuk meninjau langsung kinerja pelayanan publik yang menjadi wajah utama pemerintah kota dalam melayani masyarakat dan dunia usaha.
Langkah ini merupakan wujud nyata sinergi antar instansi dalam menjaga kualitas udara di tengah kota yang sedang berupaya pulih dari dampak kabut asap.
Kegiatan ini digelar sebagai bentuk doa bersama memohon turunnya hujan guna meredakan kabut asap dan kebakaran hutan dan lahan yang masih melanda wilayah Kalimantan Tengah.
Pemko Palangka Raya menyalurkan 8,5 ton beras atau 1.700 sak kepada warga terdampak karhutla di Kalampangan, Bereng Bengkel, Kameloh Baru, dan Danau Tundai.
Masyarakat diharapkan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap pekat, menggunakan masker yang sesuai, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas
Kepala SMPIT Tiara Az-Zahra, Jesiati, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai tuan rumah kegiatan tersebut. Menurutnya, MGMP menjadi ruang bagi para guru untuk mempererat silaturahmi, berbagi pengalaman, sekaligus mencari solusi atas berbagai tantangan pembelajaran.
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengungkapkan, kawasan tersebut hingga kini belum teraliri listrik sehingga membutuhkan koordinasi dengan PT PLN.
Langkah maju ini diharapkan dapat menjadi role model serta pemantik motivasi bagi sekolah lain di Palangka Raya untuk terus berinovasi, menembus batas-batas lokal dan membawa nama daerah ke panggung pendidikan global
Nyaru Menteng 2 belum dialiri listrik. Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin berkoordinasi dengan PLN dan berharap penyambungan terealisasi akhir Oktober 2026.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan dasar pegawai dalam menanggulangi kebakaran pada tahap awal sebelum petugas tiba di lokasi.