PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Komitmen dunia pendidikan di Kota Palangka Raya untuk bersaing di kancah internasional kembali mencatatkan tonggak sejarah baru. 

Salah satu sekolah unggulan di Kota Cantik, SDN 8 Panarung secara resmi telah terdaftar dan menjadi anggota dari Global School Alliance (GSA) sebuah jejaring pendidikan global yang menghubungkan sekolah berprestasi dari berbagai belahan dunia.

Bergabungnya SDN 8 Panarung dalam jejaring internasional ini menjadi langkah strategis dan lompatan besar dalam mentransformasi standar pembelajaran di Palangka Raya. 

Kemitraan global ini membuka peluang emas bagi para pendidik dan siswa untuk berkolaborasi dalam berbagai program internasional, mulai dari pertukaran budaya, pengembangan profesional guru, hingga penerapan kurikulum berstandar global.

Langkah berani ini juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan di Kalimantan Tengah.

Dengan masuknya sekolah ini ke dalam ekosistem Global School Alliance, Kepala SDN 8 Panarung, Ridwan Sidiq menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam GSA bukan sekadar formalitas status, melainkan komitmen nyata untuk menghadirkan kualitas pendidikan terbaik bagi para peserta didik.

"Kami ingin membuktikan bahwa anak-anak di Palangka Raya mampu berdiri sejajar dan berkolaborasi dengan siswa dari berbagai negara. Bergabung dengan GSA adalah pintu pembuka menuju pengakuan internasional. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran, melengkapi sarana prasarana, serta membekali siswa dengan kecakapan abad ke-21 agar sekolah ini kelak sah menjadi Sekolah Internasional yang membanggakan," ucap Ridwan, Rabu 14 Oktober 2026.
Inisiatif ini pun mendapat apresiasi positif dari jajaran Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya.

Langkah maju ini diharapkan dapat menjadi role model serta pemantik motivasi bagi sekolah lain di Palangka Raya untuk terus berinovasi, menembus batas-batas lokal dan membawa nama daerah ke panggung pendidikan global.

Melalui jejaring GSA, para guru di SDN 8 Panarung akan mendapatkan akses penuh ke pelatihan praktik pengajaran berbasis global (global best practices), sementara para siswa berkesempatan mengasah keterampilan bahasa asing, kepemimpinan, dan wawasan global melalui kolaborasi sekolah dalam komunitas GSA.

Dengan semangat transformasi dan sinergi yang kuat, impian menghadirkan Sekolah Berstandar Internasional di Kota Palangka Raya kini bukan lagi sekadar wacana, melainkan kenyataan yang tengah diwujudkan secara bertahap dan berkelanjutan. (ROKIM)