Permintaan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Linae Victoria Aden saat membuka kegiatan Pemetaan dan Penilaian Potensi serta Kompetensi PNS di Aula Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalteng, Senin, 19 Oktober 2026.
Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan penyaluran paket bantuan pangan kepada pendeta, pekerja gereja, koster, guru Sekolah Minggu, serta masyarakat jemaat lintas denominasi gereja di Gereja Ebeneser, Jalan Baban, Palangka Raya.
Setiap paket bantuan terdiri atas beras seberat 5 kilogram, minyak goreng sebanyak 1 liter, dan gula pasir seberat 1 kilogram untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok para penerima manfaat.
Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mendukung percepatan penerapan manajemen talenta instansi pemerintah melalui pemetaan dan penilaian potensi serta kompetensi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Menurut Yuas, rakor pengendalian inflasi merupakan agenda rutin yang diikuti pemerintah provinsi serta kabupaten/kota di seluruh Indonesia sebagai tindak lanjut arahan Kementerian Dalam Negeri.
Penegasan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Pemetaan dan Penilaian Potensi serta Kompetensi PNS melalui Profiling Aparatur Sipil Negara (ProASN) di Aula Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalteng, Senin, 19 Oktober 2026.
Informasi tersebut disampaikan Linae dalam kegiatan penyaluran bantuan pangan kepada pendeta, pekerja gereja, koster, guru Sekolah Minggu, dan masyarakat jemaat lintas denominasi gereja di Gereja Ebeneser, Jalan Baban, Palangka Raya.
Penghargaan tersebut diraih melalui Seleksi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Berprestasi Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang atau PUPR Kalteng, Prof Juni Gultom, mengatakan distribusi air bersih dilakukan secara bertahap ke daerah-daerah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Plt Kepala SMKN 1 Hanau, Pahrudinor, berharap Lilis dapat menjalani pendidikan dengan nyaman dan meraih cita-citanya setelah resmi menjadi murid kelas X konsentrasi keahlian Bisnis Retail.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah setelah Lilis sempat tertunda melanjutkan pendidikan sejak lulus SMP pada 2025 karena keterbatasan biaya.
Kesempatan tersebut diperoleh setelah orang tuanya, Nina, menyampaikan keinginan Lilis untuk kembali bersekolah saat kunjungan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran dalam penyerahan bantuan pangan.
Penegasan itu disampaikan saat kegiatan penyerahan bantuan kepada jemaat gereja lintas denominasi di GPIB Ebenhaezer Palangka Raya pada Minggu, 18 Oktober 2026.