PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Katolik, Sandra Mariyus Adipa, mengapresiasi langkah Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran yang menyapa langsung para pekerja keagamaan sekaligus menyalurkan bantuan pangan di tengah bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam kegiatan di GPIB Ebenhaezer Palangka Raya pada Minggu, 18 Oktober 2026.

Menurut Mariyus, kehadiran Gubernur di tengah jemaat gereja lintas denominasi menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap para pelayan keagamaan yang turut merasakan dampak kondisi lingkungan dan situasi sulit yang dihadapi masyarakat.

"Apalagi, bantuan pangan tersebut menyasar para pekerja keagamaan yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, maka kita sangat mengapresiasi," kata Mariyus kepada Borneonews di sela-sela kegiatan.

Ia menilai, langkah tersebut tidak hanya sebatas penyerahan bantuan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk menyapa dan mendengarkan langsung kondisi masyarakat, termasuk para pekerja keagamaan dari berbagai latar belakang denominasi.

"Di tengah kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Kalteng, perhatian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan dinilai penting," tuturnya.

Dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan lingkungan dan kesehatan, tetapi juga memengaruhi aktivitas serta kehidupan sehari-hari masyarakat.

Mariyus berharap perhatian pemerintah terhadap pekerja keagamaan dapat terus berlanjut, sehingga mereka yang membutuhkan memperoleh akses terhadap program bantuan dan perlindungan sosial secara tepat sasaran.

Ia juga berharap sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan terus diperkuat untuk membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan, termasuk dampak karhutla dan kabut asap di Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/j)