BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah atau Kalteng telah mendistribusikan 10,3 juta liter air bersih ke sejumlah wilayah untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan akibat dampak El Niño.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang atau PUPR Kalteng, Prof Juni Gultom, mengatakan distribusi air bersih dilakukan secara bertahap ke daerah-daerah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
“Total air bersih yang telah kami distribusikan mencapai 10,3 juta liter. Bantuan ini disalurkan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak,” ujar Prof Juni saat dikonfirmasi Borneonews pada Minggu, 18 Oktober 2026.
Menurutnya, distribusi air bersih tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar selama kemarau panjang.
Adapun wilayah yang menerima distribusi air bersih meliputi Kabupaten Murung Raya, Barito Utara, Kotawaringin Timur, Seruyan, dan Kotawaringin Barat. Daerah-daerah tersebut mengalami dampak cukup berat akibat kekeringan dan fenomena El Niño.
“Dampak El Niño yang berkepanjangan sangat terasa, terutama terhadap ketersediaan air bersih. Karena itu, pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan pasokan air,” katanya.
Selain mendistribusikan air bersih, pemerintah juga mendorong pembangunan sumur bor di sejumlah wilayah. Sumur bor tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, baik untuk mandi maupun keperluan air minum.
Juni menjelaskan, pembangunan sumur bor menjadi salah satu langkah jangka menengah untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi kekeringan. Pemerintah terus memetakan wilayah yang membutuhkan dukungan sarana air bersih.
“Sumur bor dibangun berdasarkan kebutuhan dan kondisi wilayah. Ada yang diperuntukkan bagi kebutuhan mandi, ada pula yang disiapkan untuk mendukung ketersediaan air minum,” jelasnya.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Kalteng juga terus melakukan langkah mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kesiapsiagaan dilakukan sejak dini dengan melibatkan pemerintah kabupaten, perusahaan besar swasta, serta berbagai pihak terkait.
Juni mengatakan, pemerintah kabupaten didorong meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah masing-masing sebagai bagian dari upaya menghadapi potensi karhutla akibat kondisi cuaca kering.
Selain itu, perusahaan di sektor pertambangan dan perkebunan juga diminta menjaga wilayah operasional masing-masing serta memastikan kesiapan peralatan untuk mengantisipasi kebakaran.
Peralatan penanganan karhutla telah didistribusikan ke sejumlah kabupaten sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan di lapangan.
“Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama semua pihak. Pemerintah, perusahaan, dan masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan karena kondisi kering dapat mempercepat penyebaran api,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Kalteng, lanjut Juni, akan terus mendorong berbagai upaya untuk menghadapi dampak kekeringan dan mengantisipasi karhutla, mulai dari penyediaan air bersih, pembangunan sumur bor, hingga penguatan koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan pihak swasta. (TESTI PRISCILLA/H)









