Indonesia Sudah Buktikan Mampu Olah Biodiesel B50
Di saat Malaysia masih berkutat dengan upaya meningkatkan program biodiesel dari B10 ke B20, Indonesia sudah melompat jauh dengan mengujicoba pemakaian biodiesel B50.
Kontributor
Di saat Malaysia masih berkutat dengan upaya meningkatkan program biodiesel dari B10 ke B20, Indonesia sudah melompat jauh dengan mengujicoba pemakaian biodiesel B50.
Para pemangku kepentingan di industri sawit Malaysia sangat mendukung niat pemerintahan mereka untuk membalas beberapa negara Uni Eropa (UE) yang akan melarang pemakaian minyak sawit untuk biodiesel.
BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Malaysia mendesak artikel bertajuk “The Palm Oil Industry and Non-Communicable Diseases” yang diterbitkan dalam World Health Organisation (WHO) Bulletin untuk ditarik…
Menjelang libur panjang untuk merayakan Tahun Baru Imlek, harga minyak sawit mentah (CPO) di bursa Malaysia diperkirakan bergerak dalam kisaran sempit meski ada sentimen positif seiring dengan ekspektasi menurunnya stok minyak sawit di Indonesia dan Malaysia pada akhir kuartal pertama.
Sadar bahwa industri pengolahan kelapa sawit sebagai salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi nasional, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan produktivitas industri tersebut.
Produksi tanaman sawit PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) pada Desember tahun lalu mengalami peningkatan, termasuk untuk produksi minyak sawit mentah (CPO).
Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit dalam negeri, termasuk menciptakan peralatan produksi yang lebih berkualitas dan berharga terjangkau.
Rentetan panjang laju penguatan harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka memang terhenti pada Selasa (29/1/2019) seiring dengan melemahnya harga minyak kedelai di Chicago.
Di tengah upaya mengoptimalkan pelaksanaan program Biodiesel B20, Indonesia juga sibuk mengembangkan program ini dengan standar lebih tinggi lagi, yakni 50 persen untuk pencampuran dengan minyak solar atau B50.
PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMAR) berencana meningkatkan margin pada tahun ini, dengan memaksimalkan diversifikasi produk.
Pertemuan tingkat menteri keenam Dewan Negara-negara Produsen Minyak Sawit (Council of Palm Oil Producing Countries/CPOPC) di Jakarta pada 28 Februari akan membahas banyak hal, terutama untuk mempererat kerjasama antaranggota.
Tren penguatan harga minyak sawit diharapkan terus berlanjut pada perdagangan medio pekan ini setelah harga minyak mentah dunia mengalami rebound pada perdagangan Selasa waktu AS (29/1/2019).
Seiring proyeksi penurunan produksi minyak sawit dan tingginya permintaan di pasar global, harga ekspor minyak sawit mentah (CPO) diestimasi akan meningkat tahun ini dibandingan 2018.
Memerahnya bursa global dan regional, membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi kembali terkoreksi pada perdagangan Selasa (29/1/2019).
Peluang penguatan harga minyak sawit mentah (CPO) pada kuartal I 2019 didasarkan pada penurunan bea masuk CPO ke India, melemahnya pasokan, dan potensi defisit.
Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) mengapresiasi langkah Pemerintah Indonesia untuk melawan kebijakan diskriminatif Uni Eropa (UE) terhadap minyak sawit dalam perdagangan.
Upaya mendorong kinerja ekspor minyak sawit kembali menghadapi hambatan setelah Filipina merencanakan untuk menaikkan bea masuk (BM) terhadap produk minyak sawit asal Indonesia.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan harga referensi produk minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) untuk penetapan Bea Keluar (BK) periode Februari tahun ini sebesar US$565,40 per metrik ton (MT).
Tren penguatan harga minyak sawit terus terlihat dalam beberapa hari perdagangan terakhir di bursa komoditas, terutama ditopang proyeksi penurunan produksi di Indonesia dan Malaysia.
Holding Perkebunan Nusantara meluncurkan corporate identity dan product brand baru untuk empat komoditas produk PTPN, yakni gula, minyak goreng, teh dan kopi yang diproyeksikan menembus pasar ritel pada tahun ini.