Juni 2021 Kalteng Kembali Alami Inflasi 0,25 Persen
Menurut data yang dirilis oleh BPS Kalteng, pada bulan Juni 2021 Kalteng kembali mengalami inflasi sebesar 0,25 persen.
Tag
Menurut data yang dirilis oleh BPS Kalteng, pada bulan Juni 2021 Kalteng kembali mengalami inflasi sebesar 0,25 persen.
Ketua Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (Pataka) Ali Usman mengatakan pengenaan PPN pada bahan baku pakan bisa berpotensi menyebabkan inflasi dikarenakan harga pokok produksi (HPP) industri peternakan yang meningkat dan berimbas pada kenaikan harga pangan di tingkat konsumen.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalteng, Yudo Herlambang mengatakan bahwa inflasi tetap terkendali di tengah kenaikan permintaan sesuai pola musiman Hari Besar Keagamaan Nasional atau HBKN.
Inflasi di Sampit sebesar 0,40 persen. Ini hasil pemantuan pihak BPS terhadap sejumlah komoditas di dua pasar di Kota Sampit, yakni Pusat Perbelanjaan Mentaya dan Pasar Keramat
Melalui rilisnya, Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro mengungkapkan bahwa Kota Palangka Raya dan Sampit pada bulan Mei 2021 yang lalu telah mengalami inflasi.
Menurut data dari BPS Kalteng berdasarkan 2 Kota acuan yakni Palangka Raya dan Sampit pada bulan Mei 2021 Kalteng mengalami Inflasi sebesar 0,43 persen.
Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan kenaikan permintaan masyarakat atas barang konsumsi pada periode Lebaran telah memicu terjadinya inflasi pada Mei 2021 sebesar 0,32 persen.
Pemprov Kalteng berkomitmen untuk terus menjaga maupun berupaya menekan tingkat inflasi di Kalteng. Komitmen tersbeut disampaikan Sekda,?Fahrizal Fitri, Sabtu, 10 April 2021.?
Sekda Kalteng, Fahrizal Fitri mengungkapkan, dalam 5 tahun terakhir, ada 3 komoditas bahan pangan yang kerap menjadi penyumbang utama inflasi di Kalteng.
Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro mengungkapkan dari 12 kota pantauan Indeks Harga Konsumen (IHK) di wilayah Kalimantan, ada 8 kota yang mengalami inflasi dan 4 kota mengalami deflasi.
Kalteng kembali mengalami inflasi sebesar 0,12 persen pada Maret 2021. Hal tersebut berdasarkan dua kota acuan yakni Palangka Raya dan Sampit.
Indeks Harga Konsumen atau IHK Kalimantan Tengah pada Februari 2021 mengalami inflasi sebesar 0,2 I % (mtm), lebih tinggi dibandingkan realisasi bulan sebelumnya sebesar 0,09% (mtm).
Berdasarkan acuan dari Kota?Palangka Raya dan Sampit, Provinsi Kalteng mengalami inflasi sebesar 0,21 persen pada bulan Februari 2021.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yudo Herlambang mengatakan inflasi 2020 tercatat rendah sejalan permintaan yang belum kuat dan pasokan yang memadai.
Berdasarkan rilis perkembangan Indek Harga Konsumen (IHK) yang telah dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Kalteng pada bulan Januari 2021 lalu mengalami inflasi sebesar 0,09 persen.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan indeks harga konsumen mengalami inflasi sebesar 0,26 persen pada Januari 2021 atau melambat secara bulanan dan tahunan karena masih dibayangi pandemi COVID-19.
Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Januari 2021 secara tahun kalender sebesar 0,34 persen (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,64 persen (yoy).
Berdasarkan rilis BPS Kalteng, dari 90 kota pantauan indek harga konsumen (IHK) nasional, 87 kota mengalami inflasi dan hanya 3 kota yang masih mengalami deflasi di tahun 2020 lalu.
Pada 2021, bank sentral memperkirakan inflasi akan berada di kisaran 3 persen plus minus 1 persen. Meskipun demikian, Bank Indonesia tetap mewaspadai sejumlah risiko antara lain meningkatnya permintaan domestik sejalan dengan proses pemulihan ekonomi nasional.
Wakil Wali Kota Palangka Raya Umi Mastikah membuka rapat koordinasi terbatas Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di ruang Peteng Karuhei II, Selasa 13 Oktober 2020.