OJK Kalteng Nyatakan Perkembangan Sektor Jasa Keuangan Terjaga
Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Tengah, Otto Fitriandy menyatakan bahwa perkembangan sektor jasa keuangan di Kalteng dalam kondisi resilien dan terjaga.
Tag
Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Tengah, Otto Fitriandy menyatakan bahwa perkembangan sektor jasa keuangan di Kalteng dalam kondisi resilien dan terjaga.
Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Pulang Pisau, Andriani menyampaikan bahwa masyarakat Desa Henda memerlukan pelatihan dan pendampingan agar literasi dan inklusi keuangan juga meningkat.
Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Otto Fitriandy meminta Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes dapat berperan aktif dalam meningkatkan akses keuangan di desa.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Otto Fitriandy mengatakan bahwa OJK berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas SDM Sektor Jasa Keuangan, khususnya bagi industri Pasar Modal.
Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah memberikan training kepada Camat, Lurah, dan Kepala Desa se-Kabupaten Kotawaringin Barat.
Gubernur Kalimantan Tengah, H Sugianto Sabran meminta agar percepatan akses keuangan daerah pada setiap kabupaten kota dapat mempertimbangkan sektor ekonomi potensial berbasis kerakyatan.
Gubernur Kalimantan Tengah, H Sugianto Sabran mengapresiasi seluruh kabupaten kota yang telah mendukung percepatan akses keuangan daerah.
Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Otto Fitriandy mengatakan bahwa Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Tengah menghadiri undangan Hari Pers Nasional atau HPN tingkat Kalteng baru-baru ini.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Gunung Mas membentuk klaster pertanian dan perkebunan, sebagai upaya perluasan jangkauan akses keuangan di daerah.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Tengah menyatakan dengan terbentuk seluruh Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) masing-masing kabupaten dan kota termasuk provinsi, saat ini mulai diarahkan pada penajaman program.
Perekonomian Regional Kalimantan tercatat tumbuh positif pada TW I Tahun 2023 sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Nasional. Hal ini disampaikan Kepala OJK Regional 9 Kalimantan, Darmansyah, pada kegiatan Media Gathering se-Kalimantan pada Kamis, 6 Juli 2023.
Jurnalis diminta untuk memahami formulasi penulisan berita terkait bidang ekonomi dan keuangan. Hal ini diminta oleh Direktur Pengawasan LJK 1 Kantor Regional 4 Jawa Timur, Nasirwan dalam pembukaan kegiatan Media Gathering se-Kalimantan pada Kamis, 6 Juli 2023.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Otto Fitriandy mengupdate perkembangan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah atau TPAKD yang telah tersebar di seluruh wilayah Kalteng.
Dalam rangka pemberantasan pinjaman online atau pinjol ilegal dan investasi ilegal, OJK Provinsi Kalimantan Tengah bersama seluruh anggota Satgas Waspada Investasi atau SWI Daerah Kalimantan Tengah telah melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi untuk membahas terkait dengan penanganan Investasi Ilegal yang marak terjadi di Indonesia khususnya di Provinsi Kalimantan Tengah
Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Otto Fitriandy menyampaikan perkembangan edukasi dan perlindungan konsumen di Kalteng. Hingga 31 Maret 2023 menurut Otto pihaknya telah menerima 479 permintaan layanan.
Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Otto Fitriandy mengatakan bahwa perkembangan sektor perbankan di Provinsi Kalimantan Tengah hingga Juni 2023 ini mengalami pertumbuhan yang tinggi.
Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Otto Fitriandy mengatakan ada cara untuk meminimalisir penipuan bukti transfer.
Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Otto Fitriandy mengatakan bahwa ada ciri dari bukti transfer palsu yang perlu diwaspadai oleh masyarakat.
Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Otto Fitriandy meminta masyarakat Kalteng untuk mewaspadai penipuan menggunakan bukti transfer palsu.
Rapat Dewan Komisioner Bulanan atau RDKB Otoritas Jasa Keuangan atau OJK pada 31 Mei 2023 menilai di tengah tingginya dinamika pada perekonomian global yang menyebabkan kinerja intermediasi di beberapa sektor ekonomi nasional mengalami penurunan, stabilitas sektor jasa keuangan domestik tetap terjaga dengan permodalan solid, profil risiko terjaga dan likuiditas yang memadai.