BORNEONEWS, Kuala Pembuang– Tim Satgas Penanganan Konflik Sosial (PKS) Kabupaten Seruyan melaksanakan peninjauan terhadap perkembangan usaha produktif ayam petelur di Desa Mugi Penyuhu, Kecamatan Seruyan Tengah, Selasa, 21 Januari 2025.
Program ini merupakan bagian dari Forum Konsultasi Pemangku Kepentingan (FKPMS) 20 persen yang dijalankan bersama PT. Bangun Jaya Alam Permai-03 (BJAP-3).
Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Seruyan AKBP Han's Itta P, Pj Sekda Seruyan dr. Bahrun Abbas, Kapolsek Seruyan Tengah AKP Nanang Mauludi, Kasat Intelkam Polres Seruyan Iptu Fahroni, dan sejumlah pejabat terkait lainnya.
Ketua Koperasi Mugi Bina Bersama, Kino Imran, menyampaikan bahwa usaha ayam petelur yang dikelola koperasi telah berjalan dengan baik.
Dengan 1.000 ekor ayam petelur, usaha ini mampu memproduksi sekitar 800 butir telur setiap hari. Telur-telur tersebut didistribusikan ke pasar lokal dan perusahaan sekitar.
--page
“Kami merencanakan pengembangan usaha ini dengan menambah kandang dan jumlah ayam untuk meningkatkan produksi di masa mendatang,” ungkap Kino Imran.
Kapolres Seruyan, AKBP Han's Itta P, dan Pj Sekda Seruyan, dr. Bahrun Abbas, memberikan dukungan penuh terhadap usaha ini.
Keduanya mendorong pihak koperasi untuk terus memaksimalkan usaha demi kesejahteraan masyarakat setempat, dengan tetap mengacu pada pengelolaan yang sesuai dengan aturan koperasi.
“Usaha ini tidak hanya menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas sosial dan ekonomi di wilayah ini,” ungkap Kapolres Seruyan.
Melalui dukungan dari berbagai pihak, usaha ayam petelur di Desa Mugi Penyuhu diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Seruyan khususnya kecamatan Seruyan Tengah. (FAHRUL/Y)









