BORNEONEWS, Palangka Raya - Tim Peneliti Belia SMA Negeri 3 Palangka Raya mengembangkan PURE-PEAT, inovasi filtrasi air gambut yang memanfaatkan purun, pasir, kerikil, dan arang dari limbah kayu sebagai media penyaringan.
Inovasi tersebut mengantarkan enam murid SMAN 3 Palangka Raya meraih medali emas dalam ajang Lomba Peneliti Belia 2026 yang diselenggarakan Indonesian Young Scientist Association (IYSA) di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat.
Penelitian berjudul PURE-PEAT: Integrasi Purun, Pasir, Limbah Kayu, dan Kerikil sebagai Media Filtrasi untuk Menjernihkan dan Menetralkan pH Air Gambut Berbasis Kearifan Lokal berangkat dari persoalan kualitas air di kawasan lahan gambut.
Air gambut umumnya memiliki warna pekat, tingkat keasaman tinggi, serta kandungan bahan organik yang memengaruhi kualitasnya.
Melalui penelitian tersebut, para murid memanfaatkan potensi sumber daya lokal Kalimantan Tengah untuk mengembangkan teknologi filtrasi yang dirancang lebih terjangkau dan ramah lingkungan.
Pengujian terhadap susunan filter yang dinilai paling optimal menunjukkan peningkatan pH air gambut dari 4,0 menjadi 6,5, disertai peningkatan kejernihan hingga 60 persen.
Hasil penelitian tersebut memperlihatkan potensi pemanfaatan bahan lokal dalam pengolahan air gambut. Namun, air hasil filtrasi belum dapat dinyatakan aman untuk diminum tanpa pengujian menyeluruh terhadap parameter mikrobiologi dan kimia.
Ketua Tim Peneliti Belia SMAN 3 Palangka Raya, Geovan Marvellino, berharap dukungan terhadap pengembangan penelitian dan inovasi pelajar di Kalimantan Tengah dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak murid memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensi, menghasilkan karya, dan berprestasi melalui penelitian.
“Ke depannya, kami berharap Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah terus berkembang dan terus menyalurkan dukungan serta bantuan kepada banyak pelajar," sebut Geovan dalam keterangannya seperti dikutip Borneonews pada Selasa, 20 Oktober 2026. (HERMAWAN DP/y)









