BORNEONEWS, Muara Teweh – Akses bahan bakar minyak bagi masyarakat di wilayah Barito Utara yang jauh dari fasilitas penyaluran menjadi salah satu persoalan yang ingin dijawab melalui rencana penerapan program PertaLink atau Pertamina Keliling.
Program tersebut masih dalam tahap persiapan dan koordinasi teknis antara Pertamina Kalimantan Tengah, Pemerintah Kabupaten Barito Utara, serta perusahaan daerah setempat.
Bupati Barito Utara Shalahuddin mengatakan PertaLink berpotensi membantu memperluas jangkauan distribusi BBM ke wilayah yang selama ini sulit menjangkau fasilitas penyaluran.
“Program PertaLink memiliki potensi untuk mendukung upaya pemerataan akses energi serta membantu memenuhi kebutuhan BBM masyarakat di berbagai wilayah Barito Utara,” kata Shalahuddin di Muara Teweh, Jumat, 23 Oktober 2026.
Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan antara Pemkab Barito Utara, Pertamina Kalteng, dan PT Mitra Batara Sarana Mandiri.
Dalam pembahasan awal, layanan PertaLink diarahkan untuk menjangkau masyarakat di kawasan yang memiliki akses terbatas terhadap BBM akibat kondisi geografis dan jarak dari fasilitas penyaluran.
Shalahuddin meminta rencana tersebut ditindaklanjuti melalui pembahasan teknis bersama PD Batara Membangun sebagai perusahaan daerah yang menaungi PT MBSM.
“Perusahaan ini direncanakan berperan dalam pelaksanaan lapangan dan mendukung sinergi dengan SPBU perusahaan daerah,” ujarnya.
Pada hari yang sama, Pertamina Kalteng dan PT MBSM juga melakukan koordinasi dengan manajemen PD Batara Membangun di Muara Teweh.
Direktur Umum PD Batara Membangun Muhammad Idrus menyatakan perusahaan daerah siap menindaklanjuti pembahasan tersebut.
Namun, implementasi PertaLink belum berjalan dan masih memerlukan pematangan teknis, termasuk skema operasional, titik layanan, serta kesesuaian pelaksanaannya dengan ketentuan distribusi BBM.
Karena itu, manfaat program terhadap pemerataan distribusi BBM di Barito Utara masih akan bergantung pada hasil koordinasi dan kesiapan pelaksanaan di lapangan. (*/j)









