SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendorong pengembangan Nanas Gantang di kawasan Jalan Jaksa Agung R Soeprapto Sampit.
‎
‎Kepala DPKP Kotim Yephi Hartady Periyanto mengatakan, pihaknya memberikan perhatian terhadap potensi perkebunan nanas.
‎
‎"Pemerintah daerah ingin agar komoditas nanas gantang terus dikembangkan sehingga menjadi salah satu usaha perkebunan yang dapat dipertahankan masyarakat, " katanya, Minggu, 25 Oktober 2026.
‎
‎Upaya ini dilakukan untuk mempertahankan sentra perkebunan nanas yang telah berkembang sebelumnya di Jalan Cilik Riwut yang berada di ujung landasan pacu Bandara Haji Asan Sampit.
‎
‎Lantaran, jalan tersebut ditutup untuk pengembangan Bandara Haji Asan Sampit sehingga pengembangan nanas juga akan dipindahkan ke kawasan jalan yang baru.
‎
‎Menurutnya, dukungan pemerintah akan diarahkan pada pengembangan tanaman nanas, termasuk penyediaan bibit melalui DPKP Kotim. Pembinaan juga diperlukan agar masyarakat yang ingin berkebun nanas dapat mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
‎
‎“Dinas Pertanian sendiri ingin mendorong pengembangan nanas gantang. Karena di daerah tersebut terdapat sentra perkebunan nanas, kami memberikan perhatian dan dukungan dari pemerintah,” ujarnya.
‎
‎Yephi menjelaskan, pengembangan kawasan tersebut diarahkan agar tetap menjadi sentra perkebunan nanas. Salah satu pendekatan yang didorong adalah konsep tidak ada tanaman keras, sehingga pengembangan komoditas perkebunan tetap berfokus pada nanas gantang.
‎
‎Dengan arah pengembangan tersebut, petani atau pekebun diharapkan tetap dapat menjalankan aktivitas usahanya tanpa kehilangan ruang untuk berkebun di kawasan itu.
‎
‎DPKP Kotim juga terus mendorong dan dibina, terutama bagi masyarakat yang berminat mengembangkan perkebunan nanas. Penyediaan bibit dan pendampingan menjadi bagian dari upaya mendukung keberlanjutan komoditas tersebut.
‎
‎"Melalui langkah ini , kami berharap kawasan Jalan Jaksa Agung tetap menjadi sentra perkebunan nanas yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan usaha pekebun lokal, " harapnya. (DEVI/y)