Kasus DBD Meningkat Selama Libur Lebaran di Lamandau, Warga agar Waspada
Direktur RSUD Gusti Abdul Gani, dr. Mardoni, mengungkapkan bahwa dalam sepekan terakhir terjadi peningkatan signifikan pasien yang dirawat akibat DBD.
Koresponden
Direktur RSUD Gusti Abdul Gani, dr. Mardoni, mengungkapkan bahwa dalam sepekan terakhir terjadi peningkatan signifikan pasien yang dirawat akibat DBD.
DPRD langsung melakukan pengecekan ke berbagai area rumah sakit. Mereka menelusuri sejumlah ruangan guna membuktikan apakah isu yang beredar tersebut benar adanya.
Kedatangan material jaringan listrik disambut antusias oleh masyarakat. Warga menilai kehadiran listrik akan membawa perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Kapolres Lamandau, Joko Handono, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap semester sebagai bentuk evaluasi kondisi fisik anggota. Ia menegaskan bahwa kebugaran menjadi faktor penting dalam menunjang kinerja kepolisian di lapangan.
Bupati mengungkapkan bahwa sebagian besar kebutuhan sayur-mayur di Lamandau, termasuk cabai, masih didatangkan dari luar daerah.
Seluruh aparatur sipil negara (ASN) telah diminta untuk kembali menjalankan tugasnya secara maksimal setelah masa libur nasional berakhir.
Dinas PUPR Perkimtan Kabupaten Lamandau segera melakukan peninjauan ke lokasi kejadian. Selain itu, petugas juga telah memasang rambu-rambu peringatan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Meski momen puncak biasanya terjadi pada hari kedua dan ketiga Idulfitri, jumlah wisatawan yang datang bersama keluarga masih terbilang tinggi. Suasana ramai terlihat sejak pagi hingga sore hari dengan berbagai aktivitas rekreasi yang dilakukan pengunjung.
Adapun perangkat daerah yang menjadi sasaran sidak meliputi Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.?
Duka menyelimuti perayaan hari ketiga Idulfitri di Kabupaten Lamandau. Seorang pria berinisial D (50) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Trans Kalimantan, tepatnya di Desa Wonorejo, Kecamatan Sematu Jaya, pada Senin, 23 Maret 2026.
Operasi pencarian hari kedua dimulai sejak pukul 06.00 WIB dengan melibatkan berbagai unsur, seperti BPBD Lamandau, Basarnas, instansi terkait, serta warga setempat. Penyisiran dilakukan di area yang telah dipetakan sebelumnya.
Seorang remaja berusia 14 tahun, Kristian Rio Ekatama, dilaporkan tenggelam di Sungai Bulik, Desa Sungkup, Rabu pagi, 18 Maret 2026
Selain faktor medan, kondisi cuaca saat kejadian sedang turun hujan, yang membuat permukaan aspal menjadi sangat licin.
Dalam rangka mempererat hubungan dengan insan pers, Kapolres Lamandau AKBP Joko Handono menggelar kegiatan sosial berupa pembagian takjil yang dilanjutkan dengan buka puasa bersama, Senin, 16 maret 2026.
Menjelang Hari Raya Idulfitri, harga cabai di wilayah Kota Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, mengalami lonjakan tajam. Pada Senin, 16 Maret 2026 cabai rawit dijual hingga Rp120 ribu per kilogram di tingkat pasar.
Peristiwa nahas tersebut sempat terekam dan videonya beredar luas di media sosial serta grup percakapan. Dari informasi sementara, kecelakaan itu menyebabkan satu orang meninggal dunia di tempat kejadian.
Sebelumnya, korban dilaporkan hilang setelah diduga terseret arus sungai pada Sabtu,?14 Maret 2027?sekitar pukul 15.30 WIB. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Lamandau, instansi terkait, serta masyarakat setempat melakukan pencarian selama kurang lebih 24 jam hingga akhirnya korban berhasil ditemukan tidak jauh dari lokasi awal kejadian.
Berdasarkan laporan sementara, kejadian bermula saat korban bersama beberapa rekannya mandi di Sungai Bayat pada sore hari. Korban kemudian mencoba berenang menyeberangi sungai tersebut, namun diduga tidak kuat melawan arus sehingga tenggelam.
Korban bernama Ruswandi (51), warga Pangkalan Bun, ditemukan oleh tim pencari yang turut dibantu penyelam profesional dari Pangkalan Bun. Jasad korban ditemukan sekitar 150 meter dari titik awal kejadian.
Selain sulit ditemukan, harga gas elpiji 3 kilogram juga melonjak tajam. Di tingkat pengecer, harga satu tabung bahkan mencapai Rp50.000, jauh di atas harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah yang berkisar Rp25.000 hingga Rp30.000 per tabung.