Bupati Barito Utara Sambut Baik Pelayanan Eazy Paspor
Kehadiran layanan imigrasi langsung di daerah merupakan langkah nyata pemerintah dalam mendekatkan pelayanan administrasi kepada masyarakat tanpa harus ke luar daerah.
Kehadiran layanan imigrasi langsung di daerah merupakan langkah nyata pemerintah dalam mendekatkan pelayanan administrasi kepada masyarakat tanpa harus ke luar daerah.
Kegiatan pelayanan paspor tersebut berlangsung selama dua hari, Selasa hingga Rabu (89 April 2026), bertempat di kantor Disnakertranskop UKM Barito Utara dan mendapat antusias tinggi dari masyarakat.
Para peserta berasal dari berbagai sekolah menengah atas dan kejuruan di sejumlah kecamatan, di antaranya Teweh Tengah, Teweh Baru, Montallat, Gunung Purei, Gunung Timang, Lahei, dan Lahei Barat. Mereka telah melalui tahapan seleksi ketat mulai dari administrasi, kesehatan, parade, hingga penilaian kepribadian dan kedisiplinan.
Dari hasil seleksi yang ketat yang dilakukan oleh TNI, Polri, Dinas Kesehatan dan dari Bakesbangpol Barito Utara, enam peserta terbaik terpilih untuk mewakili Kabupaten Barito Utara ke tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.
Rapat yang digelar sebagai tindak lanjut dari berbagai regulasi dan kebijakan pengelolaan lingkungan hidup tersebut turut dihadiri sejumlah instansi terkait, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Bagian Hukum Setda, Perkimtan, Dinas PUPR, ATR, serta BPKA.
Berdasarkan laporan warga, kejadian bermula saat korban bersama suaminya pergi mencari buah di area hutan/kebun di sekitar lokasi tersebut. Setelah selesai, keduanya sempat kembali ke rumah. Namun, setibanya di rumah, korban menyadari bahwa pisaunya tertinggal di lokasi mereka mencari buah.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Jumat, 27 Maret 2026 lalu pukul 21.00 WIB di sebuah penginapan di wilayah Teweh Tengah. Kasus ini dilaporkan oleh seorang warga berinisial AND (41) setelah menerima informasi dari teman korban.
Waket II DPRD Barito Utara, Hj Henny Rosgiaty Rusli menegaskan, pembahasan Raperda Pengelolaan Persampahan menjadi langkah penting dalam memperkuat regulasi pengelolaan sampah di Kabupaten Barito Utara agar lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Politisi PDI Perjuangan ini menyampaikan bahwa penguatan ekosistem pertanian jagung harus dilakukan secara berkelanjutan melalui peningkatan koordinasi lintas sektor, optimalisasi peran penyuluh pertanian, pemanfaatan teknologi modern, serta penguatan kelembagaan petani.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Barito Utara dimulai. DPRD sebut proyek ini penting untuk konektivitas, ekonomi, dan pemerataan pembangunan.
Anggota DPRD Barito Utara, H Tajeri, Selasa, 7 April 2026 mengungkapkan, setiap kejadian banjir di ruas jalan tersebut telah dilaporkan ke Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Provinsi Kalimantan Tengah.
Sebanyak 45 pelajar lolos seleksi Paskibraka Barito Utara 2026. Enam di antaranya terpilih mewakili ke tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.
Rakor dipimpin Kapolres Barito Utara Singgih Febiyanto dan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Keuangan, perwakilan ATR/BPN, perbankan (Himbara), Perum Bulog, penyuluh pertanian lapangan (PPL), kelompok tani, serta jajaran Polres Barito Utara.
Dalam seleksi PBB ini, peserta diuji dalam 12 materi gerakan yang menjadi indikator penilaian, meliputi sikap sempurna, hormat, jalan di tempat, sikap istirahat, langkah biasa, langkah tegap, meluruskan barisan, gerakan melangkah ke berbagai arah, hadap kanan dan kiri, serong kanan dan kiri, balik kanan, hingga kemampuan memberikan suara aba-aba.
Jembatan Garuda yang dibangun sebagai bagian dari program pemerintah pusat ini diharapkan menjadi penghubung vital antarwilayah, khususnya bagi masyarakat di daerah yang selama ini masih memiliki keterbatasan akses transportasi.
Kedua korban diketahui tenggelam pada Sabtu malam 4 April 2026 saat kapal tongkang hendak bersandar untuk melakukan pengisian CPO. Saat itu, Vikma Setiawan diduga terjatuh ke sungai, kemudian Aleksandro Brianonggosa berupaya menolong, namun keduanya ikut tenggelam.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.15 WIB dan pertama kali diketahui melalui pantauan CCTV oleh petugas jaga Dinas Kominfosandi. Melihat adanya api di bagian gapura, petugas segera melaporkan kejadian tersebut ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Utara.
Vikma Setiawan (22) warga Jalan Vetran Gang Margo Rukun RT?005 RW?002 Desa Beriwit Kecamatan Murung Kabupaten Murung Raya
Kedua korban, Aleksandro Brianonggasa (25)?seorang anak buah kapal (ABK) dan anggota Polri Bripda Vikma Setiawan. Hingga kini, identitas lengkap anggota Polri tersebut masih dalam pendataan lebih lanjut.
Sebanyak 91 peserta mengikuti seleksi TWK yang terdiri dari 50 peserta pria dan 41 peserta wanita, dari total 129 peserta awal yang mendaftar. Dalam pelaksanaan tes, peserta diberikan 20 soal dengan waktu pengerjaan selama 60 menit. Seluruh proses seleksi diawasi secara ketat oleh pelatih dari TNI, Polri, serta Kesbangpol Barito Utara.