Harga Cabai di Sampit Turun Drastis
Harga cabai rawit di Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim) mengalami penurunan. Harga cabai sebelumnya yang sempat mencapai Rp 100 ribu per kilogram kini turun drastis menjadi Rp 35 ribu per kilogram.?
Koresponden
Harga cabai rawit di Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim) mengalami penurunan. Harga cabai sebelumnya yang sempat mencapai Rp 100 ribu per kilogram kini turun drastis menjadi Rp 35 ribu per kilogram.?
Pihak BKSDA mengobservasi ke lokasi kemunculan orangutan menggunakan sebuah sepeda motor, Rabu 18 Mei 2022 sejak pukul 08.30 WIB sampai pukul 16.00 WIB/?
Mutaqin Saufi menilai kegiatan ini sangat positif untuk mengisi kegiaatan libur Ramadan dan ini juga menjadi tolok ukur atas program yang dilaksanakan sekolah yaitu pembinaan dai cilik dan tartil.
Berdasarkan keterangan kepala desa orangutan berjumlah 1 individu, besar, berbulu jarang dan sering berada di tanah.?"Diduga orangutan sudah berusia tua," jelas Muriansyah, Kamis, 19 Mei 2022.?
Harga telur saat ini masih bertahan di kisaran Rp 55 ribu hingga Rp 60 ribu per sap atau 30 butir, sedangkan harga saat normal Rp 45 ribu hingga Rp 48 ribu per sap.
Keberadaan ular diketahui ketika Sholeh sedang asyik bersantai di teras rumahnya. Tiba-tiba dari arah jalanan seekor ular masuk ke halaman rumahnya, lalu bersembunyi di bebatuan taman/?
Diakuinya kemunculan orangutan bukan hal yang baru bagi warga setempat. Namun, seekor orangutan yang menyasar ke permukiman sejak 3 bulan terakhir telah membuat warga setempat resah dan akhirnya bisa ditangkap.?
Penasaran dengan hal tersebut, pelapor berinisiatif menerangi kandang ayam tersebut dengan senter. Ternyata ada seekor ular berada di dalam kandang yang telah memangsa ayam peliharaannya.?
Warga melaporkan dan meminta kepada petugas mengamankan orangutan karena khawatir menyerang anak-anak. Apalagi orangutan kerap berkeliaran di kebun dan memakan hasil kebun warga/?
Orangutan ini ditangkap menggunakan senapan bius, Minggu 15 Mei 2022. Setelah ditangkap orangutan tersebut dibawa ke tanah lapang untuk dilakukan pemeriksaan oleh tim dokter BKSDA.?
Penyelamatan orangutan berjalan cukup dramatis, karena banyak warga yang berdatangan ingin menyaksikan evakuasi satwa dilindungi itu.?
Mendapat laporan itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, pun langsung mengobservasi ke lokasi kemunculan.?
Salah satunya dengan mendatangkan sapi dari peternakan lokal di Kalimantan Tengah seperti dari PT Sulung Ranch di Kabupaten Kotawaringin Barat.?
Sebelum adanya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang merebak di Jawa Timur dan Jawa Tengah saat ini, biasanya sebulan sebelum lebaran sudah mendatang ribuan ekor sapi.?
Kondisi ini terjadi tak lain karena adanya penghentian pasokan sapi dari luar Kalimantan Tengah akibat adanya wabah penyakit mulut dan kuku di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.?
Selama pandemi Covid-19 sekolah-sekolah di Kabupaten Kotawaringin Timur jarang masuk karena siswa belajar dalam jaringan. Akibat dari ini, lingkungan SMP Negeri 1 Kota Besi, Kotim, terlihat ada kandang burung.
Dari hasil survei terindikasi ada yang terjangkit penyakit yang baru saja merebak di Jawa Timur itu. Sebab sapi tersebut ditemui menunjukkan gejala.?
Setiap ada indikasi pihaknya segera melakukan penanganan. Salah satunya dengan melakukan pemeriksaan klinis terhadap sapi untuk pengambilan sampel.?
Wisatawan, pengelola tempat wisata dan nelayan yang beraktivitas di Kecamatan Teluk Sampit hingga Pantai Sungai Bakau, Kabupaten Seruyan diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan buaya.
Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah menjelaskan, hal itu diketahui dari keterangan pengelola tempat wisata dan nelayan yg sering beraktivitas di sekitar pantai daerah Kalap.?