Produk Asuransi Jiwa dan Kesehatan Jadi Tren 2021 di Tengah Pandemi
Produk asuransi jiwa dan kesehatan diprediksi masih menjadi tren 2021 seiring? kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan diri dan keluarga di tengah pandemi COVID-19.
Tag
Produk asuransi jiwa dan kesehatan diprediksi masih menjadi tren 2021 seiring? kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan diri dan keluarga di tengah pandemi COVID-19.
AAJI mengungkapkan 3?besar daerah dengan nilai klaim paling banyak tercatat di DKI Jakarta mencapai Rp146,92 miliar, Jawa Timur mencapai Rp21 miliar, dan Jawa Barat Rp19,2 miliar
AAJI juga mencatat total uang pertanggungan semester I 2020 mencapai Rp4.055 triliun atau naik 1,4 persen dari semester I 2019 mencapai Rp3.997 triliun
Chief Executive Officer (CEO) Generali Indonesia, Edy Tuhirman menuturkan antisipasi dilakukan perusahaan dengan menyiapkan pemberian klaim untuk menanggung pengobatan nasabah yang terindeksi virus tersebut, dengan syarat ketentuan polis yang berlaku. ?
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) berpendapat industri asuransi jiwa berpeluang untuk investasi di sektor energi salah satunya dalam mendukung pengembangan program biodiesel 30 persen (B30) karena industri tersebut memiliki dana investasi yang besar.
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pendapatan industri asuransi jiwa nasional pada kuartal ketiga 2019 mencapai Rp171,8 triliun atau melonjak 14,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp149,8 triliun.
Ahli waris dari korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas akan menerma santunan sebesar Rp 50 juta dari Jasa Raharja. Angka serupa juga berlaku bagi korban cacat permanen.
BORNEONEWS, Pangkalan Bun - PT Sawit Sumber Mas Sarana (SSMS) Tbk,. dan holding companynya, Citra Borneo Indah (CBI) Group, terus menunjukkan komitmennya sebagai entitas bisnis yang menjamin hak-hak…