Warga Sampit Serahkan Elang Bondol ke BKSDA
Ade Mulyasari, warga Jalan Ir Juanda, Sampit, Kotawaringin Timur, menyerahkan seekor elang bondol kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Kamis, 9 Juni 2022
Tag
Ade Mulyasari, warga Jalan Ir Juanda, Sampit, Kotawaringin Timur, menyerahkan seekor elang bondol kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Kamis, 9 Juni 2022
Beruang yang kerap berkeliaran di kebun dan permukiman warga di Sampit, Kotawaringin Timur?beberapa waktu lalu?tak pernah muncul kembali. Akhirnya, perangkap yang sebelumnya dipasang diambil kembali untuk diamankan.
Bayi orangutan yang diserahkan Polsek Parenggean kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, kondisinya cukup menyedihkan.?
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, masih memantau keberadaan dua ekor anak buaya senyulong yang ada di Desa Telaga Baru, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.?
Balai Konservasi Sumber Daya (BKSDA) telah menyelamatkan 6 satwa liar dilindungi terhitung sejak?awal 2022.
Bangkai buaya yang ditemukan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, sudah mulai membusuk. Kondisi ini membuat petugas tak bisa mengangkat untuk menguburnya ke daratan.?
Bekantan yang diamankan warga di Jalan Bumi Asri Sampit, Sampit, Kotawaringin Timur, belum lama ini.?
Seekor rusa sampar (rusa unicolor) yang sebelumnya diserahkan ke Balai konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng ternyata milik kejati Kalteng.
Petugas Balai Konservasi Sumber Daya (BKSDA) terus memantau keberadaan dua individu orangutan di Jalan Soekarno atau Lingkar Kota Utara Sampit. Namun sudah dua kali melakukan observasi petugas belum menemukan induk dan anak orangutan tersebut.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) meminta pihak Desa Sungai Bakau, Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Kabupaten Seruyan, untuk memasang papan peringatan berupa spanduk di Pantai Sungai Bakau. Hal ini penting agar pengunjung pantai waspada terhadap keberadaan buaya.?
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, mengubah strategi dalam upaya menangkap beruang yang berkeliaran di dalam Kota Sampit, Kotawaringin Timur. Sebab, perpindahannya sangat dinamis dan beruang tergolong cerdik.?
Menanggapi laporan warga yang resah akan kemunculan beruang yang semakin agresif, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, akhirnya memasang perangkap di Jalan Karya Bersama, Lingkar Kota Utara, Sampit Kotawaringin Timur. Dalam upaya tersebut, petugas terkendala medan yang sulit.
Perangkap beruang yang akan dipasang adalah yang baru. Sebelumnya akan dipasang di sekitar perumahan Wengga Metropolitan, Baamang Barat tidak jadi karena beruang tidak muncul lagi.?
Warga sekitar lokasi kemunculan beruang di Perumahan Wengga Metropolitan, Sampit, Kotawaringin Timur, mengaku takut dan resah. Pasalnya, kemunculan beruang di kawasan itu sangat masif.?
Hadiansyah, warga Desa Beringin Tunggal Jaya, Kecamatan Parenggean, Kotawaringin Timur, menyerahkan seekor buaya sapit atau buaya senyulong ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Buaya itu sempat dirawat olehnya selama 6 tahun belakangan.
Selama ini BKSDA selalu menindaklanjuti laporan warga saat ada laporan kemunculan buaya maupun saat terjadi serangan. Upaya pemasangan pancing atau jerat pun sudah sering dilakukan, namun selalu gagal
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit melakukan observasi terhadap laporan kemunculan orangutan di Desa Bagendang Permai, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kotawaringin Timur, Selasa, 12 Oktober 2021.?
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, kembali menerima laporan gangguan orangutan. Bahkan, dalam sehari masuk 2 laporan gangguan dari lokasi yang berbeda.?
Guntur, warga Jalan Pramuka , Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kotawaringin Timur, menyerahkan seekor burung elang bondol kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Selasa, 6 Oktober 2021.
Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit mengunjungi Syahran (55), warga Desa Basirih Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, yang digigit buaya. BKSDA juga memberikan bantuan biaya berobat bagi kakek yang mengalami luka setelah memberi perlawanan terhadap buaya itu.