BRICS Desak Upaya Lebih Besar Dalam Penyelesaian Konflik Dunia
Seruan itu tercantum dalam Deklarasi New Delhi yang disepakati secara bulat pada hari pertama KTT BRICS yang berlangsung selama dua hari di ibu kota India itu.
Tag
Seruan itu tercantum dalam Deklarasi New Delhi yang disepakati secara bulat pada hari pertama KTT BRICS yang berlangsung selama dua hari di ibu kota India itu.
Usulan tersebut disampaikan Menaker Yassierli dalam Pertemuan Menteri Ketenagakerjaan BRICS (BRICS Labour and Employment Ministers' Meeting/LEMM)?2026, di Hyderabad, India, Rabu (15/7) waktu setempat.
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Arif Havas Oegroseno menegaskan bahwa tarif impor 32 persen yang baru saja diumumkan oleh Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia tidak ada kaitannya dengan Indonesia menjadi anggota BRICS.
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Arief Havas Oegroseno mengatakan ancaman tarif dagang oleh pemenang Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS)?Donald Trump tidak secara khusus menyasar negara anggota BRICS.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyampaikan masuknya Indonesia sebagai anggota penuh BRICS dapat menguntungkan perdagangan Indonesia dengan negara-negara di bagian selatan.
Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menilai bahwa bergabungnya Indonesia ke dalam kelompok BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) merupakan langkah strategis yang dapat meningkatkan posisi tawar Indonesia di kancah global.
Indonesia dinilai bisa meminta beberapa negara kunci dalam blok ekonomi sejumlah negara berkembang bernama BRICS (Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan), seperti Rusia dan China, untuk mempercepat berbagai butir perjanjian bilateral yang selama ini belum optimal apabila bergabung dengan BRICS.
Presiden Iran Ebrahim Raisi memuji keputusan anggota BRICS pada Kamis (24/8/2023) untuk memperluas kelompok tersebut, dan memujinya sebagai langkah terpuji yang akan memfasilitasi pembangunan di seluruh dunia sambil menjunjung tinggi prinsip keadilan.
Negara-negara BRICS (Brasil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan) pada Kamis (24/8/2023) menyatakan bahwa tingkat utang yang tinggi di beberapa negara telah mengurangi ruang fiskal yang diperlukan untuk mengatasi tantangan pembangunan yang sedang berlangsung, diperburuk oleh dampak limpahan guncangan eksternal, khususnya pengetatan moneter yang tajam di negara-negara maju.
Pengamat militer dan pertahanan Connie Rahakundini Bakrie?mendorong Indonesia untuk segera bergabung dengan kelompok negara-negara berkembang BRICS?karena dunia saat ini memerlukan keseimbangan aspek pertahanan, keamanan, dan ekonomi.?