Ekonomi Kalteng Berhasil Tumbuh Positif di Tengah Ketidakpastian Global
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, perekonomian Kalteng pada tahun 2023 tetaq?tumbuh positif.
Tag
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, perekonomian Kalteng pada tahun 2023 tetaq?tumbuh positif.
?Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah?Taufik Saleh mengatakan,?kinerja positif ekonomi Kalteng di tahun 2023 ditopang oleh pertumbuhan impresif dari sektor perdagangan.
Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah menunjukkan tren positif pada triwulan ke-2 tahun 2022 dan diproyeksi akan semakin baik di tahun 2023 ini.
Sampai saat ini, Pemprov Kalteng terus menggencarkan kegiatan pasar penyeimbang atau pasar murah di setiap daerah yang ada di provinsi ini hingga Desember 2022 mendatang.
Menurut data BPS Kalteng, berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalteng atas dasar harga berlaku triwulan II tahun 2022 yakni mencapai Rp 49,1 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 27,2 triliun.
Deputi Bank Indonesia (BI), Juda Agung mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk tidak lengah dengan pertumbuhan ekonomi daerah.
Perekonomian Kalteng berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan I tahun 2022 yakni mencapai Rp46,1 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp26,4 triliun.?
Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro mengungkapkan, ekonomi Kalteng pada tahun 2021 lalu tumbuh sebesar 3,40 persen.
Sementara?jika dilihat dari sisi pengeluaran, Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) mengalami pertumbuhan tertinggi 5,53 persen
Data realisasi belanja kementerian/lembaga Kalteng per 31 Agustus 2021 mencapai Rp4,73 triliun dari pagu Rp9,58 triliun atau 49,37 persen
Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo mengatakan, pemprov hingga sampai saat ini akan terus berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi di Kalteng meski masih dalam situasi pandemi.
Kebijakan pembatasan-pembatasan sosial yang dilakukan mulai dari pemerintah pusat hingga tingkat pemerintah Provinsi, Kabupaten, dan Kota di Kalimantan Tengah sebagai bentuk upaya untuk membatasi dan memutus penyebaran Covid-19 ternyata tidak mempengaruhi secara signifikan perekonomian secara makro.
Kinerja ekonomi Kalimantan Tengah pada triwulan I-2021 kembali mengalami kontraksi (pertumbuhan negatif) sebesar 3,12% (yoy), lebih dalam dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 2,10% (yoy). Itu berdasarkan siaran pers yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng.?
Kepala BPS Kalteng?Eko Marsoro mengungkapkan Ekonomi Kalteng pada tahun 2020 lalu mengalami kontraksi sebesar 1,40 persen.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalteng, H Abdul Rasyid mengharapkan kehadiran bank syariah dapat perkuat ekonomi syariah maupun masyarakat secara umum di Kalimantan Tengah.
Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran mengatakan, kehadiran BUMD seperti PT Bank Kalteng dan PT Jamkrida harus bisa memberikan manfaat bagi perkembangan perekonomian di Kalteng.
Sedangkan kinerja konsumsi pemerintah?dipengaruhi oleh pesta demokrasi, pemilihan gubernur 9 Desember 2020 yang berjalan lancar dan aman
Frekuensi penerbangan pada November 2020 naik 2,82% dengan jumlah penumpang transportasi udara tumbuh?19,46%
Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi, Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Tengah, Yudo Herlambang menyebut, ekonomi Kalteng mengalami perlambatan di masa pandemi Covid-19.
Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi, Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yudo Herlambang mengatakan bahwa ekonomi di Kalteng pasca penetapan?pembatasan sosial berskala besar atau PSBB di Kota Palangka Raya, diperkirakan akan mengalami perlambatan.