Anggota DPR Tolak Tarik GeNose dari Peredaran
Mulyanto mengingatkan GeNose memiliki banyak keunggulan yaitu efektif, cepat, praktis, dapat menguji secara masif dan harga murah
Tag
Mulyanto mengingatkan GeNose memiliki banyak keunggulan yaitu efektif, cepat, praktis, dapat menguji secara masif dan harga murah
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Satgas Penanganan Covid-19 mulai melonggarkan aturan masuk Kalteng. Masyarakat kini boleh menggunakan keterangan bebas covid-19 dari GeNose.
Penggunaannya terbilang mudah dan hanya mengembuskan napas ke kantong sekali pakai untuk kemudian dianalisis GeNose. Prosesnya rata-rata hanya 3 menit
Diluncurkannya GeNose ini dalam rangka membantu pemerintah daerah untuk screening penanganan Covid-19
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah mendukung langkah Polda Kalteng yang meluncurkan?penggunaan GeNose.
Fasilitas publik di Balikpapan?mulai gunakan alat deteksi COVID-19 buatan Universitas Gadjah Mada GeNose.
Tim Peneliti dan Pengembangan GeNose C19 dari Universitas Gadjah Mada (UGM) memastikan alat skrining dan diagnostik COVID-19 berbasis embusan napas "GeNose C19" tetap bisa digunakan oleh masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berencana menyiapkan alat tes GeNose sekitar satu atau dua unit terlebih dahulu guna mengoptimalkan upaya penanganan pandemi COVID-19.
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan akan menempatkan 70 unit alat pendeteksi COVID-19 GeNose untuk membantu identifikasi penyakit itu di dermaga PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan Indonesia Ferry (Persero) di berbagai daerah di Indonesia.
Kementerian Perhubungan menyiapkan penerapan alat pendeteksi COVID-19 yakni GeNose C19 pada transportasi laut dan udara setelah sebelumnya sudah dilakukan di transportasi darat, khususnya kereta api.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengharapkan, agar pemerintah daerah segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait, untuk memberlakukan alat deteksi Covid-19 melalui hembutan nafas atau GeNose, yang dinilai lebih praktis dan lebih murah.
Anggota Komisi IX DPR RI Elva Hartati menyatakan, produksi alat pengetesan COVID-19 buatan dalam negeri, GeNose C19, perlu ditingkatkan intensitasnya secara massal guna semakin memperkuat deteksi dini penularan saat pandemi.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta penerapan alat deteksi COVID-19 buatan dalam negeri, GeNose C19 dilakukan di stasiun dengan banyak penumpang agar jangkauan lebih banyak dan merata.
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan satu unit GeNose C19 mampu melakukan 100 ribu kali tes untuk skrining COVID-19.
Alat pendeteksi COVID-19 berbasis embusan napas "GeNose" buatan tim riset Universitas Gadjah Mada (UGM) telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan RI dan siap dipasarkan.
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan alat skrining COVID-19, GeNose, bisa mendeteksi COVID-19 dengan menggunakan hembusan nafas dalam waktu kurang dari tiga menit.