Analis: Sentimen Global Jadi Penekan Utama CPO
Minimnya sentimen positif yang mendukung penguatan harga minyak sawit mentah (CPO), membuat komoditas ini terus melemah, dan bahkan sudah menyentuh level terendah dalam dua tahun terakhir.
Tag
Minimnya sentimen positif yang mendukung penguatan harga minyak sawit mentah (CPO), membuat komoditas ini terus melemah, dan bahkan sudah menyentuh level terendah dalam dua tahun terakhir.
Harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka diprediksi akan kembali tertekan seiring menguatnya ringgit Malaysia terhadap dolar AS, ditambah dengan data ekspor yang turun.
Setelah sempat menguat pada awal pekan ini, harga minyak mentah diprediksi kembali melemah pada Selasa ini (10/7/2018).
Perdagangan awal pekan ini, pergerakan harga CPO sedang berada pada level RM2.276, dengan perdagangan dibuka pada level RM2.281.
Pelaku pasar pada perdagangan akhir pekan ini menantikan sentimen positif yang mendukung penguatan harga minyak sawit, di tengah mulai diterapkannya tarif terhadap produk impor asal Amerika Serikat di China.
Harga minyak mentah dunia yang mencapai US$73,94 per barel diharapkan dapat membawa angin segar bagi emiten perkebunan sawit.
Harga minyak sawit mentah (CPO) kontrak pengiriman September di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 0,7% pada RM2.298 atau setara dengan US $568,25 per metrik ton pada akhir perdagangan Rabu (4/7/2018).
Cadangan minyak sawit mentah (CPO) diperkirakan akan turun pada Juni sebelum kembali pulih mulai Juli dan ke depannya, seiring dengan meningkatnya produksi yang melampaui permintaan.
Pada perdagangan Rabu (4/7/2018), pergerakan harga minyak sawit (CPO) sedang berada pada level RM2.298, dengan perdagangan dibuka pada level RM2.314, sementara harga tinggi (High) tercatat di RM2.314 dan harga rendah (Low) di RM2.292.
Minyak sawit mentah (CPO) pada perdagangan Senin (2/7/2018) ditutup di level RM2.329, dengan histori pada hari perdagangan tersebut menyentuh harga rendah (Low) di RM2.315 serta harga tinggi (High) di RM2.341.
Perdagangan awal pekan ini, pergerakan harga CPO sedang berada pada level RM2.324, dengan perdagangan dibuka pada harga RM2.327 dan harga tinggi (High) di RM2.329, sedangkan harga rendah (Low) di RM2.315.
Meningkatnya impor minyak sawit oleh China dapat mendongkrak permintaan terhadap komoditas ini, yang belakangan melemah sehingga menekan harga. ekspor minyak sawit dari Indonesia dan Malaysia pada Mei dan Juni mengalami penurunan.
BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Harga minyak sawit mentah (CPO) diestimasi mengalami tekanan dan jatuh ke level RM2.100 (US$520,60) per ton dalam dua bulan ke depan akibat meningkatnya produksi. "Seiring…
Harga minyak sawit mentah (CPO) diharapkan dapat melanjutkan penguatannya akhir pekan ini seiring dengan masih melemahnya nilai tukar ringgit Malaysia terhadap dolar AS.
Pergerakan harga CPO sedang berada pada level RM2.276 setelah dibuka pada level RM2.279, dengan harga tinggi (High) tercatat di RM2.288, dan harga rendah (Low) di RM2.273.
Perdagangan Jumat (22/6/2018), pergerakan harga CPO sedang berada di level RM2.261. Dengan perdagangan hari ini dibuka pada harga RM2.254. sementara harga tinggi (High) tercatat berada di RM2.265, dan harga rendah (Low) di RM2.250.
Aura negatif diperkirakan masih akan mewarnai perdagangan minyak sawit mentah (CPO) hingga akhir pekan ini menyusul belum munculnya sentimen yang dapat menggerakkan pasar.
Perdagangan Kamis (21/6), pergerakan harga CPO sedang berada pada level RM2.257.
Harga minyak sawit (CPO) global diprediksi akan memasuki fase penguatan mulai 2021, yang ditopang oleh estimasi penurunan produksi minyak sawit di Indonesia dan Malaysia pada periode 2022 hingga 2025.
Harga minyak sawit mentah (CPO) yang belakangan melemah, berpeluang menguat seiring dengan meningkatnya permintaan biodiesel.