Analis: CPO akan Lanjutkan Penguatan di Level 2.515-2.585
Pada perdagangan Senin (12/2/2018), harga minyak sawit mentah (CPO) berhasil menguat dan lepas dari rentang perdagangan 2.445-2.515 dalam dua pekan terakhir.
Tag
Pada perdagangan Senin (12/2/2018), harga minyak sawit mentah (CPO) berhasil menguat dan lepas dari rentang perdagangan 2.445-2.515 dalam dua pekan terakhir.
Penguatan harga minyak sawit (CPO) masih mungkin berlanjut pada perdagangan Jumat (9/2/2018) dengan sentimen datang dari potensi turunnya produksi.
Kenaikan harga minyak sawit berpotensi berlanjut pada Kamis (8/2/2018) seiring solidnya pergerakan harga minyak nabati lain.
Harga minyak sawit mentah (CPO) masih berpotensi melanjutkan penurunannya pada Rabu (7/2/2018) karena outlook tingginya produksi dan menguatnya mata uang ringgit Malaysia.
Harga minyak sawit (CPO) berpeluang bergerak turun pada perdagangan Selasa (6/2/2018)
Harga minyak sawit (CPO) berpeluang untuk bergerak naik pada Senin (5/2/2018) berkat pernyataan optimistis China dan Swedia serta melemahnya mata uang ringgit.
Harga CPO berpeluang menguat karena kurs ringgit Malaysia melemah, penetapan bea keluar 0 dolar/metrik ton di Indonesia, serta dukungan Perancis terhadap CPO Malaysia.
Harga CPO yang turun sekitar 1% pada perdagangan Jumat (26/1/2018), kemungkinan penurunan itu berlanjut pada Senin ini (29/1/2018).
Harga minyak sawit mentah (CPO) diperkirakan akan berada di atas level psikologis RM2.400 per ton dalam jangka pendek
Harga CPO berpotensi untuk melanjutkan kenaikannya pada Selasa (23/1/2018) setelah kemarin ditutup menguat lebih dari 1%
Harga minyak sawit mentah (CPO) berpeluang kembali anjlok pada perdagangan Jumat (19/1/2018) dengan sentimen negatif masih datang dari kekhawatiran pasar terhadap pelarangan impor dari Uni Eropa
Pelemahan harga CPO berpotensi kembali berlanjut pada Kamis (18/1/2018) setelah kemarin ditutup turun untuk dua sesi beruntun di balik menguatnya ringgit dan turunnya permintaan.
Harga CPO dapat bergerak turun pada perdagangan Rabu karena investor mencemaskan voting Uni Eropa yang ingin membatasi impor minyak sawit.
Harga minyak sawit mentah (CPO) dapat bergerak lebih tinggi pada perdagangan Selasa (16/1/2018) seiring investor mempertimbangkan outlook produksi yang rendah serta melemahnya mata uang ringgit.
Harga minyak sawit mentah (CPO) berpotensi kembali melemah,dengan investor mempertimbangkan kejatuhan harga komoditas lain seperti gandum dan minyak mentah serta menguatnya ringgit.
Harga minyak sawit mentah berpeluang kembali menguat, merespons potensi peningkatan permintaan setelah pemerintah Malaysia menunda kenaikan pajak ekspor.
BORNEONEWS, Pangkalan Bun - CIMB Futures memperkirakan produksi CPO pada Desember 2017 turun 5% secara bulanan (m-o-m), tapi ekspor minyak sawit diestimasi meningkat, terutama berkat tingginya…
BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Harga minyak sawit mentah (CPO) berpotensi kembali tertekan pada Jumat (5/1/2018) karena pasar mencemaskan tingginya cadangan minyak sawit serta menguatnya mata uang…
BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Harga minyak sawit mentah (CPO) bisa menanjak ke level RM3.000 per ton hingga kuartal I-2018, seiring dengan berkurangnya volume produksi musiman. Namun demikian, harga…