Dinas Kesehatan Pulang Pisau Antisipasi Dampak Asap Kebakaran Lahan
Dinas Kesehatan Pulang Pisau melakukan langkah antisipasi terhadap dampak asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Tag
Dinas Kesehatan Pulang Pisau melakukan langkah antisipasi terhadap dampak asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Kabut asap yang masih cukup tebal, khusunya untuk wilayah Kota Palangka Raya dan Kabupaten Pulang Pisau sangat meresahkan masyarkat.
Sepanjang September 2018 ada 178 pasien penderita ISPA disertai dengan penyakit komplikasi lain yang berobat ke RSUD dr Doris Sylvanus, Palangka Raya.
Masker itu akan dibagikan kepada masyarakat untuk mengantisipasi masalah asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
Siswi berusia 17 tahun itu mengalami sesak nafas saat menjalani pelajaran olahraga di tengah kabut asap di lapangan Mantikai, Rabu (3/10/2018).
Mereka mengalami sesak nafas hingga pingsan akibat kabut asap saat mengikuti pelajaran olahraga di Lapangan Mantikai, Rabu (3/10/2018).
Ada tigb siswi yang terpaksa dibawa ke RS Doris dan Bhayangkara, karena sesak nafas hingga pingsan saat mengikuti pelajaran olahraga pagi.
Pemkab Kotawaringin Timur (Kotim) mendapat bantuan masker sebanyak 9.000 lembar dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng).
Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah mengkaji jam mulai masuk sekolah, seiring perkembangan terakhir bencana kabut asap yang kian parah.
Aksi sosial itu melibatkan sekitar 50 orang anak muda dari seluruh gereja di Kota Palangka Raya, yang dimotori Komisi Pelayanan Pemuda Remaja (KPPR) Palangka Raya.
Kabut asap titpis mulai selimuti sebagian wilayah Buntok ibu kota Kabupaten Barito Selatan dan sekitarnya sejak tiga hari terakhir.
Pembagian masker ini melibatkan anak-anak SMK di Kota Palangka Raya
Asisten II Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat, Setda Kota Palangka Raya, Ikhwansyah mengimbau agar warga Kota Cantik tidak menambah masalah kota ini dengan membakar lahan ataupun pekarangan.
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Kaffeno Nahan mengatakan bahwa kabut asap diduga merupakan kiriman dari Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau.
Warga Kota Palangka Raya disambut kabut asap pada dua pagi pertama di bulan Oktober 2018 ini.
Pasokan sayur dipastikan cukup meski dibeberapa daerah terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah
Kabut asap ini terlihat saat pagi hari di wilayah Kota Palangka Raya
Perkiraan tersebut dilihat dari kejadian kebakaran lahan di Kotim saat ini. Dimana potensi kebakaran lahan masih cukup tinggi di daerah ini.
Dengan jarak pandang 100 meter, pandangan masyarakat belum terlalu terganggu. Namun tetap harus berhati-hati, dan tentunya lampu kendaraan harus dihidupkan agar bisa terlihat oleh pengendara lainnya.
Tidak ada hujan dalam beberapa hari terakhir ini membuat sejumlah titik di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengalami kebakaran lahan. Hal itu ternyata bersampak langsung dengan terjadinya kabut asap di Sampit seperti yang terjadi pada Jumat (28/9/2018) pagi ini.