Pembagian Masker akan Terus Berlanjut
Jajaran Polres Palangka Raya siang ini membagikan 1.500 masker gratis kepada masyarakat. Pembagian ini rencananya akan terus berlanjut.
Tag
Jajaran Polres Palangka Raya siang ini membagikan 1.500 masker gratis kepada masyarakat. Pembagian ini rencananya akan terus berlanjut.
Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar meminta kepada masyarakat untuk menyalakan lampu kendaraan meskipun pada siang hari.
Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati ketika berkendara. Imbauan ini ia sampaikan mengingat saat ini kabut di Palangka Raya mulai terasa menyengat.
Masyarakat di Kota Palangka Raya mulai merasakan imbas dari kabut asap. Kabut asap tipis ini mulai mengganggu jarak pandang pengendara di Kota Cantik.
Aparat Polres Palangka Raya sore ini membagikan sebanyak 1500 masker kepada masyarakat. Pembagian masker ini bertitik di samping kantor pos polisi Bundaran Besar Palangka Raya.
Kepala Dinas Kesehatan Murung Raya (Dinkes Mura), dr Suria Siri imbau masyarakat agar menggunakan masker ketika berada di luar rumah atau bepergian menggunakan kendaraan motor
Dinas kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya menyiapkan dan membagikan masker gratis untuk masyarakat kota Palangka Raya. Masker ini diharapkan bisa meminimalisasi dampak kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan.
Selain kabut asap, debu juga memiliki potensi untuk bisa menyebabkan gangguan kesehatan bagi anak-anak usia sekolah
Hingga saat ini masih belum ada kebijakan yang diambil terkait asap yang dalam beberapa hari terakhir mulai nampak di kawasan kota
Upaya pencegahan primer yang bisa dilakukan seperti yang telah dilakukan Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin bersama Satgas Karhutla saat ini yang patut mendapat apresiasi
Kelompok rentan adalah orang tua, ibu hamil, dan anak-anak usia sekolah. Ini harus menjadi prioritas jika kabut asap ini semakin parah
Bencana kebakaran hutan dan lahan ini berdampak negatif pada berbagai sisi kehidupan masyarakat
Masalah kabut asap selalu menjadi persoalan yang hampir terjadi tiap tahunnya saat musim kemarau. Dampak dari pembakaran hutan dan lahan ini menjadi pemandangan khas yang terus melekat di bumi Kalimantan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sudah melakukan upaya pencegahan agar bencana kabut asap parah seperti yang terjadi di 2015 tidak akan terjadi lagi ke depannya
Anggota Komisi II DPRD Kotawaringin Timur, H Dani Rakhman menegaskan jangan sampai terjadi bencana kabut asap lagi pada musim kemarau di kabupaten ini.
Proses sandar kapal akhirnya berhasil dilakukan dengan baik, tanpa ada gangguan. Meskipun kabut tebal terjadi di aliran sungai itu.
Belum diketahui penyebab dari kabut tersebut, apakah akibat asap atau karena embun pagi. Namun yang pasti, keadaan tersebut cukup mengganggu aktivitas pengguna jalan dan juga perahu yang melintas di aliran sungai.
Berdasarkan melakukan pemantauan kualitas udara dari DLH dengan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yaitu masih di bawah 100, yang artinya kualitas udara sendiri masih bagus.
Dalam imbaunan itu, kepala sekolah diminta untuk menunda jam masuk sekolah dan pulang menyesuaikan kondisi apabila kabut asap mengganggu kesehatan.