3 Karhutla Terjadi di Kotim dalam Sehari
BPBD Kotim mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, mengingat kondisi cuaca dan lahan yang rawan terbakar.
Tag
BPBD Kotim mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, mengingat kondisi cuaca dan lahan yang rawan terbakar.
Kondisi cuaca kering yang melanda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) selama lebih dari sepekan terakhir memicu kekhawatiran meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Minimnya curah hujan dinilai membuat kawasan hutan dan lahan gambut berada dalam kondisi sangat rentan terbakar.
Pemkab Kotim telah menetapkan status siaga darurat karhutla selama 30 hari dari 23 Januari hingga 21 Februari 2026. Apabila dikemudian hari hotspot dan kejadian kebakaran meningkat maka status siaga darurat karhutla akan dinaikan menjadi status tanggap darurat karhutla dan akan dilakukan rapat koordinas kembali untuk penetapan status tanggap darurat karhutla.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H Asan Sampit memperkirakan penurunan curah hujan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam beberapa hari ke depan. Kondisi ini meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan bergambut.
Palangka Raya kembali dihadapkan dengan ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya menerima laporan adanya kejadian Karhutla di Jalan AMD, Kelurahan Petuk Katimpun, Kecamatan Jekan Raya pada Senin, 29 September, sekitar pukul 14.39 WIB.
"Saya mengajak seluruh masyarakat Palangka Raya untuk bersama-sama mencegah dan mengatasi Karhutla. Partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam upaya meminimalisir dampak buruk yang ditimbulkan oleh Karhutla,"
Berdasarkan hasil deteksi dini Pemetaan Risiko Berbasis Analisa Dini (Perisai), kondisi di Kota Palangka Raya pada tanggal 11 Agustus 2025 menunjukkan tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah berada pada level sangat rendah.
Pemerintah Kabupaten Kapuas menunjukkan keseriusannya dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Wakil Bupati Kapuas, Dodo menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kapuas akan terus bersinergi dengan BPBD dan Damkar untuk menekan angka kebakaran hutan dan lahan.
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS menegaskan bahwa kekuatan utama dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla bukan sekadar terletak pada teknologi, tetapi pada kesiapsiagaan tim lapangan dan kemitraan erat dengan masyarakat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membersihkan lahan dengan cara dibakar, terutama di musim kemarau yang sangat rentan terhadap kebakaran.
Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Khemal Nasery, memberikan apresiasi tinggi kepada para petugas pemadam kebakaran yang sigap dan tangguh dalam menangani kebakaran permukiman maupun kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah kota.
pelatihan dilakukan selama tiga hari berturut-turut di sejumlah kecamatan di Kotim, seperti di Sampit, Kota Besi dan Cempaga.
"Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam meminimalisir dampak buruk karhutla di Palangka Raya,"
"Total luas lahan yang terbakar akibat 36 kejadian karhutla tersebut mencapai 12,14 hektar,"
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil deteksi dini Pemetaan Risiko Berbasis Analisa Dini (Perisai) per tanggal 21 Juli 2025, sebagian besar wilayah Kota Palangka Raya menunjukkan tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah pada level sangat tinggi (berwarna merah).
Manager Sustainability PT SML, Joko Triyanto menekankan bahwa tantangan karhutla tidak bisa dihadapi sendirian oleh satu pihak. Keterlibatan lintas sektor, termasuk pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat atau LSM pemerhati lingkungan, akademisi, serta tokoh masyarakat, dianggap krusial untuk mendorong transformasi pola pikir dan perilaku petani terhadap pengelolaan lahan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Katingan optimis bahwa wilayahnya akan terbebas dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta banjir sepanjang tahun 2025/?
California?sedanh?berjuang melawan kebakaran hutan terbesar yang pernah dihadapi negara bagian tersebut sejak awal?2025, menurut?Departemen Kehutanan dan Perlindungan Kebakaran California (Cal Fire).
"Sementara sebagian wilayah lainnya menunjukkan tingkat kemudahan terbakar pada level sedang, yang ditandai dengan warna hijau,"
Satpol PP Provinsi Kalimantan Tengah menekankan pendekatan edukatif kepada warga sebagai langkah strategis mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau 2025.