Sekda Sukamara: Tahun Ini Kasus Kebakaran Lebih Sedikit
Asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang masuk wilayah Kabupaten Sukamara merupakan kiriman dari kabupaten tetangga
Tag
Asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang masuk wilayah Kabupaten Sukamara merupakan kiriman dari kabupaten tetangga
Motor trail ini nanti akan difungsikan untuk merintis jalan agar mobil pemadam bisa lewat saat melakukan pemadaman di lokasi yang sulit dijangkau
Lurah mulai tingkat SOPD di Kotim diminta untuk inventarisasi pemilik lahan yang terbakar agar bisa diketahui pemilik yang sebenarnya
Ada lima lokasi yang paling rawan kebakaran hutan dan lahan di Kota Palangka Raya
Disusul di posisi ke dua Kotawaringin Timur, kemudian Sukamara untuk urutan ke tiga.
Selain dari dukungan perusahaan, juga disarankan agar dana desa disisihkan untuk pengadaan alat damkar.
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kotim Handoyo J Wibowo, mendesak seluruh kelurahan dan desa yang belum memiliki tim penanganan kebakaran hutan dan lahan agar segera membentuknya.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan yang tergabung dalam Tim Terpadu Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan Kota Palangka Raya, senantiasa siap membantu upaya penanggulangan bencana kebakaran.
Dua per tiga kekuatan pemadaman pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya disiagakan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Parimus, mengapresiasi kerja keras tim penanggulangan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Ribuan hotspot terpantau di Kalimantan Tengah (Kalteng), hasil dari deteksi satelit lapan. Sumber dari Posko Satgas Karhutla Kalteng menyebutkan, sudah ada 2.078 titik panas sejak Januari hingga 23 Agustus 2018.
Karhutla bisa terjadi akibat disengaja maupun tidak disengaja, maka dari itu dirinya meminta agar bencana karhutla di Kabupaten Seruyan bisa dicegah dan dihentikan dengan peran aktif masyarakat untuk tidak membakar hutan dan lahan dengan sengaja.
Kebakaran lahan lagi-lagi terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kali ini terjadi di Jalan T Parman Sampit, dan dicurigai kuat ini sengaja dibakar.
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih terus melanda Kotawaringin Timur (Kotim). Kali ini terjadi di dekat permukiman warga tepatnya di Gang Jawa Indah Jalan Tidar 4 Sampit.
Polres Kotawaringin Timur terus memburu pelaku pembakar lahan. Bahkan dari lokasi kejadian polisi mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya sarung parang dan bungkus rokok, yang diduga ditinggal pergi oleh pelaku pembakar lahan.
Jajaran Polres Kotawaringin Timur (Kotim) menemukan kebakaran lahan yang diduga sengaja dibakar. Bahkan kini mereka mulai melakukan penyelidikan diback up oleh jajaran Polda Kalteng.
Terhitung mulai 16 Juli 2018 hingga 24 Agustus 2018 ada 452 hotspot di Kotim. Jumlah itu tersebar di sejumlah kecamatan.
Polres Sukamara menetapkan 2 tersangka kasus pembakaran hutan dan lahan.
BORNEONEWS, Sukamara - Kapolres Sukamara AKBP Andiyatna mengatakan, titik api yang paling banyak terpantau saat ini ada di Kecamatan Jelai dan Kecamatan Pantai Lunci. "Yang paling banyak muncul titik…
Kualitas udara di Sampit ibu kota Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masuk level tak sehat akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menimbulkan kabut asap.