Bupati Kotim Minta Psikolog Dampingi Anak Korban Perundungan
"Saya minta dari DP3AP2KB, ada nanti psikolog datang. Saya tidak tahu persis (kondisinya) karena saya bukan ahli, bukan psikolog,"
Tag
"Saya minta dari DP3AP2KB, ada nanti psikolog datang. Saya tidak tahu persis (kondisinya) karena saya bukan ahli, bukan psikolog,"
Halikinnor mengatakan, pemerintah daerah akan memperkuat koordinasi melalui forum CSR agar penyaluran bantuan perusahaan lebih terorganisasi dan sesuai kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah.
Halikinnor mengatakan, selama memimpin KSOP Sampit, Hotman telah memberikan kontribusi terhadap kemajuan kepelabuhanan melalui berbagai inovasi dan prestasi. Ia menilai, capaian tersebut didukung kekompakan serta sinergi antara KSOP, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.
Halikinnor mengatakan, lahan yang terbakar berada di kawasan yang sebelumnya disita Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Area tersebut belum ditanami sawit, tetapi kini ikut terbakar dan sedang ditangani oleh masyarakat bersama tim pemadam kebakaran. Lokasi kebakaran berbatasan dengan area PT NSP.?
Bantuan tersebut disalurkan kepada MPA dari Kecamatan Mentaya Hulu, Tualan Hulu, Telaga Antang, Antang Kalang, Bukit Santuai dan Parenggean.
Dalam kegiatan tersebut Halikinnor didampingi Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim Diana Setiawan dan Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim Mentana Dhinar Tistama beserta jajaran.
Oleh karenanya Pemkab Kotim?menyampaikan usulan peningkatan tersebut saat melaksanakan rapat koordinasi melalui konferensi video bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Balai Peningkatan Jalan Nasional (BPJN).
Bupati menekankan, dengan adanya Korem, pemerintah daerah sangat terbantu, termasuk salah satunya dalam optimalisasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dukungan Korem dinilai penting karena penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan personel dan peralatan secara bersamaan.
Hal itu disampaikan Halikinnor setelah meninjau langsung kondisi SMAN 1 Cempaga pascakebakaran bersama Wakil Bupati Kotim Irawati dan Pj Sekda Kotim Diana Setiawan.
Halikinnor menegaskan, kegiatan belajar tatap muka dapat kembali dilaksanakan apabila kualitas udara sudah membaik dan dinilai aman bagi kesehatan siswa maupun tenaga pendidik.
Dirinya didampingi Ketua Baznas Kotim Sutimin dan Lurah Mentawa Baru Hilir Putri Noorgeulis Fimaulyahar saat mengunjungi rumah warga di Jalan Delima 6.
Penyaluran air bersih tersebut menyasar sejumlah wilayah di Kecamatan Teluk Sampit dan Mentaya Hilir Selatan. Bantuan disalurkan menggunakan 8 mobil tangki dan 28 mobil profil tank kapasitas 5.000 liter.
Dalam rapat tersebut, pemerintah daerah memetakan sejumlah titik api yang membutuhkan dukungan perusahaan terdekat agar pemadaman dan pendinginan dapat dilakukan lebih cepat.
Halikinnor mengatakan, upaya pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik api di ibu kota Kotim terus dimaksimalkan. Namun, kondisi musim kering membuat petugas kesulitan mendapatkan sumber air.
"Nanti kita surati semua pemilik tanah agar membuat sumur bor. Untuk semua pengembang wajib menyiapkan hidran beserta pompa-pompanya untuk mengantisipasi kejadian kebakaran,"
"Memang selalu ada yang mengatasnamakan Pergub tentang boleh membakar dengan sistem sekat bakar. Tetapi ada ketentuannya, bahwa pada musim kemarau tidak diperbolehkan meskipun dijaga,"
Klinik tersebut disiapkan untuk memantau kondisi fisik petugas pemadam dan relawan yang berada di garda terdepan penanganan karhutla.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) RI, Biro Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, serta Bagian Pengadaan Barang/Jasa Kotim yang telah menginisiasi dan memfasilitasi kegiatan tersebut.
Halikinnor mengatakan kondisi kualitas udara tidak sama di seluruh wilayah Kotim. Sejumlah wilayah bagian selatan dan tengah masih memiliki banyak titik api yang berpotensi menimbulkan asap.
"Pada hari ini kita juga melaksanakan Launching Penyaluran Bantuan Pangan Periode Juli-September 2026,"