2 Barang Bukti Diamankan yang Diduga Untuk Membunuh Perempuan Tanpa Identitas
Dua barang bukti ini ditemukan polisi saat melakukan olah TKP
Tag
Dua barang bukti ini ditemukan polisi saat melakukan olah TKP
Otopsi dilakukan oleh Forensik RSUD Palangka Raya dokter Rica Berlianti dibantu petugas RSUD Tamiang Layang dan Tim Identifikasi Polres Barito Timur, Selasa (29/5/2018) siang.
Meski identitas korban belum diketahui, jasadnya harus segera dikubur lantaran sudah mengeluarkan bau tidak sedap.
Perempuan yang ditemukan tewas di perkebunan sawit di Barito Timur seperti hamil. Ini tampak pada perusnya yang buncit.
Hasil pemeriksaan tim identifikasi Polres Barito Timur (Bartim) saat olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada bagian tubuh wanita yang ditemukan jadi mayat ada tanda luka di bagian leher dan kepala. Korban tanpa identitas ini seperti tewas karena pembunuhan.
Otopsi akan dilakukan oleh dokter Rika Berlianti, ahli forensik Rumah Sakit Umum Daerah Palangka Raya.
Sebelum ditemukan tewas di parit belakang Citimall Sampit, di Jalan Pramuka, Ari Susanto warga Jalan Jendral Sudirman Km 12 sempat pamit ke orangtuanya untuk berangkat ke pusat Kota Sampit ingin nonton final Liga Champion 2018.
Ari, pria 19 tahuo yang ditemukan tewas di parit belakang Citimall Sampit, di Jalan Pramuka, Senin (28/5/2018) diduga tewas akibat kecelakaan tunggal setelah mabuk lem fox.
BORNEONEWS, Sampit - Pria yang ditemukan tewas di parit belakang Citimall Sampit, di Jalan Pramuka, ternyata masih berusia 19 tahun. Jasad pria itu bernama Ari, warga Jalan Jendral Sudirman Km 12,…
Selain di Sampit, warga di Kabupaten Sukamara juga menemukan sesosok mayat mengapung di sebuah parit.
Penemuan sesosok mayat pria di dalam parit belakang Citimall Sampit, di Jalan Pramuka, berawal dari ditemukannya sebuah sepeda motor Yamaha Mio biru KH 5628 FT.
Warga Jalan Pramuka, Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim) geger dengan adanya penemuan mayat di parit kerukan, di belakang Citimall, Senin (28/5/2018).
Perempuan yang ditemukan tewas membusuk hingga hari ini belum diotopsi oleh pihak terkait
"Hasil identifikasi usia korban sekitar 20 - 25 tahun, tinggi badan sekitar 160 cm, terdapat variasi gigi di bagian atas, dan memakai cincin di jari tengah," kata Kapolsek Dusun Tengah.
Jenazah laki-laki tersebut memiliki ciri-ciri berkulit coklat sawo matang, kepala bagian depan mengalami kebotakan, satu gigi bagian atas menonjol kedepan, perawakan sedang, panjang badan 160 cm, usia diperkirakan sekitar 40 - 48 tahun.
Polisi belum bisa memastikan apakah korban tewas dibunuh atau karena mengalami kecelakaan lalu lintas. Termasuk juga belum bisa dipastikan penyebab bekas luka seperti seretan.
Belum diketahui identitas korban diperkirakan berusia antara 50 sampai dengan 60 tahun itu. Saat ini, jenazah berada di ruang Kamboja, RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya.
Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul Rein Krisman Siregar mengatakan, tewasnya pria berinisial HD (36) seusai menenggak minuman keras (Miras) pada Kamis (10/5/2018) sekitar pukul 22.00 WIB, bukan karena mirasnya.
Jenazah korban akan dibawa ke kampung halamannya, Nagara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan untuk dimakamkan.
Seorang warga ditemukan tewas di atas kapal yang bersandar di Pelabuhan Rambang, Palangka Raya, Jumat (11/5/2018) sekitar pukul 05.00 WIB.