Perempuan Korban Pembacokan di PT AWL Mengaku Dibacok Suaminya
Para saksi tidak mengetahui apa penyebab pembacokan itu, lantaran saat ini OM masih menjalani perawatan intensif di klinik pusat perusahaan.
Tag
Para saksi tidak mengetahui apa penyebab pembacokan itu, lantaran saat ini OM masih menjalani perawatan intensif di klinik pusat perusahaan.
Tidak ada yang melihat apakah Stefanus bunuh diri atau meninggal karena faktor lain.
Mereka diperiksa sebagai saksi dalam kasus yang menewaskan Stefanus Balim dan melukai istrinya berinisial OM alias MT.
Saat ini jenazah Stefanus masih berada di ruang jenazah RSUD dr Murjani Sampit. Belum ada keluarga yang datang untuk mengambilnya.
Tidak ditemukan bekas kekerasan di tubuh korban. Korban diduga tewas karena tenggelam
Kapolres Kotim meminta kepada seluruh masyarakat, apabila merasa memiliki anggota keluarga yang hilang atau yang mengetahui identitas korban segera melapor ke Polres Kotim
Korban ditemukan tewas di dasar sungai. Berawal dari bercak darah yang dilihat saksi di sekitar lokasi penemuan.
Sebelum ditemukan tewas, Stefanus yang baru seminggu bekerja di PT AWL, sempat melakukan penganiayaan berat terhadap istrinya.
Saat kerasukan, pria berumur 39 tahun itu memiliki tenaga yang sangat luar biasa. Sembilan orang pria terlempar setelah mencoba mengamankan Stefanus dengan cara memegangi setiap bagian tubuhnya.
Korban tewas dengan kondisi mengenaskan. Leher korban sobek dengan diameter yang lebar. Diduga laki-laki 39 tahun yang kabur dari rumah tersebut nekat menghabisi nyawanya sendiri dengan menggunakan senjata tajam.
Kapolsek Mentaya Hulu Iptu Ratno mewakili Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel mengatakan, mayat korban ditemukan di pinggir sungai sekitar pukul 10.00 WIB.
Beberapa hari sebelumnya, korban sempat berkeliaran di sekitar pasar PPM untuk beli rokok dan minum kopi. Bahkan laki-laki itu sempat berjalan hingga ke Taman Kota Sampit.
Otopsi tersebut dilakukan guna mengetahui penyebab kematian korban. Sebab, belum diketahui jasad berperawakan kurus yang hanya menggunakan jaket serta celana dalam itu merupakan korban kekerasan atau murni korban tenggelam.
KTP dan SIM yang ditemukan polisi, ternyata identitas nama dan alamatnya berbeda. Untuk di identitas KTP bernama Sunaryo alamat Dusun Sumber Pancur, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur.
Ada dua identitas yang ditemukan di jaket korban. Satu surat izin mengemudi (SIM) dan satu kartu tanda penduduk (KTP). Nama dan alamatnya pun berbeda.
Jasad tersebut ditemukan dengan kondisi terdampar di pinggiran sungai dan membengkak. Meski membengkak, jasad itu belum mengeluarkan bau busuk. Mayat laki-laki itu hanya mengenakan baju dan celana dalam.
Selain ditemukan adanya luka di bagian wajah atas kanan dan retak tulang jari tangan kanan, hasil Visum dari jasad Ari, 19, juga ditemukan bekas gigitan hewan.
Di TKP juga ditemukan satu alat pengisi baterai telepon seluler dan satu bungkus lem fox.
Penyebab tewasnya perempuan tanpa identitas ditemukan membusuk di kebun PT Sawit Graha Manunggal (SGM) Desa Dayu, Kecamatan Karusen Janang, di Kabupaten Barito Timur dipastikan karena dipukul benda tumpul.
Satreskrim Polres Barito Timur dan Polsek Dusun Tengah membentuk tim gabungan untuk memburu pembunuh perempuan tanpa identitas secepatnya.