Berkelahi, 1 Orang Luka Parah di Tumbang Mahup Katingan Hulu
Endut mengalami luka bacok yang diduga dilakukan oleh Kornedi alias Seng (23) warga Desa Tumbang Mahup, Keamatan Katingan Hulu
Tag
Endut mengalami luka bacok yang diduga dilakukan oleh Kornedi alias Seng (23) warga Desa Tumbang Mahup, Keamatan Katingan Hulu
Pihak Polda Kalteng belum menghakimi siapa yang salah dan siapa yang benar, karena masih dalam proses hukum
Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Ilham Salahudin meminta masyarakat Kalimantan Tengah untuk tidak terprovokasi berita hoax tentang sejumlah isu miring yang beredar terkait kasus perkelahian di Sampit yang terjadi, Senin 21 Oktober 2019.
Polda Kalteng sudah berkoordinasi dengan Dewan Adat Dayak atau DAD Provinsi Kalteng dalam menangani kasus perkelahian di Sampit yang terjadi pada Senin 21 Oktober 2019.
Perkelahian yang terjadi antarremaja di Sampit, Kotawaringin Timur merupakan tindakan kriminal murni. Hal ini ditegaskan oleh Kapolda Kalteng Irjen Pol Ilham Salahudin, Selasa 22 Oktober 2019.
Jajaran Polsek Katingan Hilir mendamaikan dua warga yang sebelumnya terlibat perkelahian.
Hanya gara-gara masalah perempuan, tiga remaja di Desa Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), adu jotos, Rabu, 31 Juli 2019.
Senjata tuan makan tuan, itulah yang menimpa Yo. Ia meninggal akibat terkena senjata tajam miliknya sendiri setelah ia mau menusuk Wo. Itu terkuak saat sidang, Selasa, 21 Mei 2019 di Pengadilan Negeri Sampit.
Kasus perkelahian di lokasi tambang emas ilegal di Kabupaten Katingan hingga menyebabkan satu orang tewas ternyata dipicu oleh minuman keras.
AD alias Dik (23), MRW alias Ma (21) dan AMS alias An (21)memiliki peran masing-masing hingga menewaskan korban Agri Deva Aminudin setelah mereka keroyok.
Kejadian perkelahian itu berlangsung pada Rabu, 8 Mei 2019 sekitar pukul 02.00 WIC dini hari di depan rumah atau pondok koson Desa Hampalam Kecamatan Tewang Sanggalang Garing
Bhabinkamtibmas Polsek Kurun Polres Gunung Mas mendamaikan dua orang warga Kelurahan Kuala Kurun Kecamatan Kurun Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Sabtu (20/4/2019).
Sebelum perkelahian di Stadion Mantikei, pelaku A dan S yang sudah bersitengang dengan korban Deni karena iri hati tidak dapat dana bantuan pulang. Mereka sudah janjian untuk berkelahi di depan Pos Akidah.
Rasa iri hati pelaku berawal dari korban, Deni (31), warga asal Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) yang mendapat bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk bisa pulang ke kampung halamannya.
Dalam perkelahian tersebut, satu orang korban bernama Deni (31), mengalami luka cukup parah akibat tebasan senjata tajam (sajam) di bagian kepala dan tangannya.
IS (23) menyebutkan usai membacok Dede ia langsung pingsan. Karena ia juga menjadi korban pengeroyokan. Namun ia dilapor terlebih dahulu hingga berurusan dengan hukum.
BORNEONEWS, Muara Teweh– Remaja berusia 18 yang sebelumnya mengaku hanya menjemput remaja berusia16, ternyata ikut terlibat perkelahian dengan warga di Taman Lampion Wira Praja, Jalan Wira Praja,…
Saat ini pelaku sudah diamankan di kantor Polsek Jaya Karya untuk dilakukan pemeriksaan
Perkelahian berdarah yang terjadi di Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, ternyata hanya berawal dari kicauan antara korban dan pelaku di media sosial.
"Jadi ada yang melapor ke kita sambil mengatakan ada yang membawa pisau. Selanjutnya, anggota ke TKP," kata Kapolsek Pahandut AKP Roni Wijaya mewakili Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul Rein Krisman Siregar, Jumat (14/9/2018)/