Pemkab Kotawaringin Timur Harus Tingkatkan Kualitas Pertanian
Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur, Rudianur menegaskan, sudah seharusnya Pemkab Kotim melakukan terobosan baru untuk meningkatkan kualitas pertanian.
Tag
Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur, Rudianur menegaskan, sudah seharusnya Pemkab Kotim melakukan terobosan baru untuk meningkatkan kualitas pertanian.
Sektor pertanian mempunyai peranan yang strategis terutama sebagai penyedia pangan bagi masyarakat Kabupaten Barito Utara.
Gagal panen itu terjadi akibat tingginya tingkat keasaman tanah di kawasan pertanian. Hal itu menuai tanda tanya. Apalagi sebelumnya kondisi ini tidak pernah dialami petani.
"Kami yakin kreatifitas pemuda bisa membuat petani kita selangkah lebih maju," kata Kepala TPHP Provinsi Kalteng, Sunarti .
Kemajuan zaman dan teknologi yang sangat memudahkan pertanian. Ditambah pemerintah juga akan turun tangan membantu penyediaan alat.
Asuransi pertanian bertujuan untuk memberikan kemudahan dan perlindungan petani dan peternak dalam menanggung risiko usaha tani akibat bencana alam, serangan hama, pengakit hewan, dan lain-lain.
Petugas PPL harus bisa menyalurkan ilmu pertanian yang dimiliki tentang bercocok tanam, agar petani mengetahui teknik bercocok tanam untuk menghasilkan produk yang berkualitas.
Anggota Komisi II DPRD Kotawaringin Timur, Roy Lumban Gaol meminta pemerintah agar terus memperhatikan dan membangun sektor pertanian secara berkelanjutan
Masih perlu pembahasan mengenai perlunya landasan kuat hingga urusan soal teknis pertanian yang bakal bisa diasuransikan.
Turunnya jumlah petani ternyata bukan hanya di Kalteng tetapi menimpa secara nasional. Faktor penyebabnya, yakni daya tarik untuk bekerja di bidang pertanian.
Saat ini Dinas Peternakan Kabupaten Barito Utara telah mendukung program peternakan dalam skala luas
Struktur perekonomian Kalimantan Tengah (Kalteng) didominasi oleh pertanian. Pada Triwulan I-2018, didominasi oleh tiga kategori utama yakni Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (20,53 persen), Industri Pengolahan (16,21 persen), dan Perdagangan Besar-Eceran, Reparasi Mobil-Sepeda Motor (12,43 persen)
Ada sekitar 1.000 hektare dari 1.300 hektare lahan yang tersedia dan ditanami padi. Namun 50% dari lahan yang ditanami, dilanda penyakit kuning.
Saat ini cukup luas areal pertanian padi di Kabupaten Gunung Mas
Sejumlah lahan di Pulang Pisau dinilai potensial untuk pengembangan jagung, seperti Kecamatan Maliku dan Pandih Batu.
Komoditi sayur mayur misalnya. Banyak didatangkan dari luar daerah. Jika ada masyarakat yang mengembangkannya di Gumas, hasilnya akan menjanjikan.
Pada 2017 hasil pertanian di Barito Selatan menurun karena terjadi banjir
Budidaya kubis telah dilakukan di beberapa lokasi yakni di UPTD Balai Benih, Km 7, Jalan Muara Teweh-Puruk Cahu, Traheyan, Nihan Hulu, Mampuak, dan Desa Rapen, dengan total luas lahan sekitar 10 hektare.
Lahan pertanian yang terkena banjir tersebar di beberapa wilayah, seperti Kecamatan Sukamara, Pantai Lunci, Jelai, serta Balai Riam.
Padi harus melakukan penanaman padi secara ekstra, untuk menghindari kegagalan.