DRPD Kotim akan Gelar RPD Soal Pelayanan Rumah Sakit
DPRD akan memanggil BPJS, manajemen RSUD, Disdukcapil dan Dinsos untuk duduk bersama menyelesaikan persoalan itu.
Tag
DPRD akan memanggil BPJS, manajemen RSUD, Disdukcapil dan Dinsos untuk duduk bersama menyelesaikan persoalan itu.
Komisi III DPRD Kotim memfasilitasi warga yang kesulitan dalam memperoleh pelayanan di rumah sakit
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Teweh menaikkan status menuju tipe B. Di mana saat ini masih masih berstatus tipe C.
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Tewek drg Dwi Agus Setejowati mengatakan, untuk mempermudah pelayanan informasi publik dan media massa pihaknya kini menyediakan bagian Hubungan Masyarakat (Humas).
Manajemen PT Jaya Konstruksi (Jakon) menyampaikan, saat ini progres pembangunan gedung Wing A RSUD Muara Teweh sudah mencapai 85 persen.
Ketua PWI Kabupaten Barito Utara Roby Cahyadi, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen dan mendukung pelayanan serta pembangunan RSUD Muara Teweh dari segi pemberitaan.
Ekspose itu, diharapkan menjadi sarana bagi RSUD untuk menyampaikan segala persoalan yang. Dan jangan ada yang ditutup-tutupi. Baik itu pelayanan, fasilitas, sarana dan prasarana, hingga SDM.
Ada beberapa hal yang menjadi catatan pascasidak itu, antara lain masih minimnya kuantitas dan kualitas SDM, termasuk lemahnya kompetensi SDM tenaga medis sehingga perlu ditingkatkan.
Pasalnya pasien cuci darah sangat banyak, sedangkan alat dan ruangan yang tersedia di RSSI sangat terbatas.
Pemberantasan sarang nyamuk DBD adalah kegiatan memberantas telur, jentik dan kepompong nyamuk DBD di tempat-tempat pembiakannya.
Dengan frekuensi 91,4 FN, penyuluhan tersebut disampaikan langsung oleh dokter Bimo Harmaji.
Bupati memantau setiap sudut ruangan yang ada RSUD, tanpa terkecuali. Mulai dari yang sifatnya meninjau proses pelayanan langsung maupun mengecek semua sarana dan prasarana pendukung.
Pihak Rumah Sakit Sultan Imanuddin Pangkalan Bun tidak bisa menampung semua karena keterbatasan alat dan ruangan.
Dokter M Noorahmansyah menjelaskan tentang hal-hal apa saja yang bisa meningkatkan kemungkinan terserang penyakit jantung koroner.
Penyakit jantung koroner terjadi ketika otot jantung tidak mendapatkan cukup oksigen akibat tersumbatnya pembuluh darah. Penyumbatan terjadi karena adanya lemak yang tertimbun pada dinding arteri.
Akhir- akhir ini masyarakat banyak mengeluhkah tentang pelayanan RSUD Kuala Pembuang salah satunya tidak adanya stok darah yang dimiliki oleh rumah sakit milik pemerintah tersebut.
Bupati Seruyan Yulhaidir melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke RSUD Kuala Pembuang, Kamis (4/10/2018).
Hingga saat ini klaim RSUD Doris Sylvanus kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan belum ada tanda-tanda akan terbayarkan.
Bila pemberi layanan bisa memberikan informasi melalui komunikasi yang baik, peduli dan empati maka masyarakat akan memberikan nilai kepuasan kepada pelayanan Rumah Sakit.
Kepala Bidang Cipta Karya PUPR Kabupaten Barito Utara, Junaidi, menyebutkan bahwa saluran pembuangan air di RSUD Muara Teweh telah direncanakan.