Sampah di Sampit Paling Banyak Berasal dari Rumah Tangga
Sampah rumah tangga paling mendominasi di daerah perkotaan. Bahkan mencapai 60 persen per hari.
Tag
Sampah rumah tangga paling mendominasi di daerah perkotaan. Bahkan mencapai 60 persen per hari.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melakukan sosialisasi bank sampah di Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Sampit, Selasa (20/3/2018).
Masih banyak tumpukan sampah di sekitar Kota Sampit. Hal itu sangat mengganggu dan membuat lingkungan menjadi kotor.
Truk pengangkut sampah yang rusak sudah berumur tua, karena digunakan sejak 2005.
agar sampah yang belum terangkut bisa dibersihkan dan tidak semakin menumpuk, pihak Dinas Lingkungan Hidup berusaha memaksimalkan armada yang saat ini kondisinya masih bisa dimanfaatkan.
Seperti yang tampak di Jalan Reginal atau kompleks Polsek Sukamara, Senin (19/3/2018), sampah menumpuk hingga beberapa hari terakhir, sehingga berhamburan kemana-mana.
Warga perkotaan harusnya sudah lebih pintar dan paham akan kebersihan. Namun ternyata hal ini belum sepenuhnya terjadi di Kota Palangka Raya. Buktinya, petugas kebersihan harus rela mengumpulkan sampah yang dibuang warga secara sembarangan, bukan di tempat pembuangan sementara (TPS) yang seharusnya.
Program itu dimulai dari awal Februari hingga akhir April 2018. Selama rentan waktu itu, petugas DLH rutin menyosialisasikan hidup bersih kepada masyarakat.
Melubernya sampah di TPS ini sering dikeluhkan masyarakat, karena sampah di TPS tidak tepat waktu diambil oleh petugas
Supian Hadi meminta jangan ada yang sok menjadi pahlawan menentang aturan denda bagi pembuang sampah sembarangan.
Dengan memaksimalkan jumlah TPS, harapannya ke depan kebersihan kota akan semakin baik.
Rabu (7/3/2018) pagi, Borneonews menemui sekelompok petugas kebersihan yang mengangkut sampah bukan di tempat pembuangan sementara.
Sosialisasi akan terus dilakukan agar Kabupaten Kotawaringin Barat bebas dari sampah.
Masih banyak masyarakat yang belum tahu cara membuang sampah yang baik dan benar.
Saat ini masih ada sebagian masyarakat Kalimantan Tengah yang buang sampah sembarangan
Tujuan utama lomba itu untuk mengajarkan sejak dini, pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Aksi pungut sampah itu dalam rangka memeriahkan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).
Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2018 digelar Minggu (4/3/2018). Kegiatan dipusatkan di Bundaran Besar Palangka Raya mulai pukul 05.30 WIB.
Dengan dijadikan sebagai lokasi wisata, maka masyarakat bisa beranggapan bahwa sampah bukan lagi sesuatu yang busuk. Namun dapat dimanfaatkan dengan diolah menjadi pupuk kompos.
Dinas Lingkungan Hidup tidak memiliki sarana yang memadai berupa alat berat untuk mengelola sampah yang ada di TPA tersebut.