Korban Tenggelam di Sungai Lamandau Ditemukan Meninggal Dunia setelah 2 Hari Pencarian
Korban ditemukan tim gabungan pada Selasa, 1 September 2026, sekitar pukul 08.40 WIB. Korban ditemukan sekitar 20 meter dari titik awal dilaporkan tenggelam.
Tag
Korban ditemukan tim gabungan pada Selasa, 1 September 2026, sekitar pukul 08.40 WIB. Korban ditemukan sekitar 20 meter dari titik awal dilaporkan tenggelam.
Pihaknya sebenarnya telah melakukan langkah antisipasi dengan memasang papan peringatan bahaya berenang dan?cross line?di Sungai Lamandau, Desa Kujan, pada 21 Juli 2026. Pemasangan dilakukan di dua titik, yakni di bawah Jembatan Kujan dan di seberang jembatan yang kerap menjadi lokasi masyarakat, terutama anak-anak, mandi dan bermain air.
Sampel dari jasad bayi dan terduga orang tua kandung bayi untuk bahan tes DNA telah dikirim ke laboratorium forensik milik Polda Jawa Timur, pekan lalu. Sebelum mendapat kepastian dari hasil tes DNA, jajaran Polres Lamandau belum berani menetapkan terduga pelaku sebagai tersangka.
Terduga pelaku berinisial H (19) kepada polisi mengaku jika bayi yang ditemukan warga Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Lamandau di aliran Sungai Lamandau tersebut dilahirkannya di jamban sebelum akhirnya terjatuh ke sungai.
Seorang kakek berusia 75 tahun warga RT 08 Kelurahan Nanga Bulik, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, diduga terjatuh dan tenggelam di Sungai Lamandau hingga ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Seorang remaja putri berusia 17 tahun nekat menceburkan diri ke Sungai Lamandau, Kabupaten Lamandau pada Sabtu, 19 Juni 2021.
M Rovianto (22), warga Sungai Mentawa yang dinyatakan tenggelam di Sungai Lamandau pada Kamis 10 September lalu akhirnya ditemukan. Korban yang tenggelam akibat terjatuh saat berupaya melepas tali rakit yang menarik kayu loging itu ditemukan pada Sabtu 12 September 2020 sekitar pukul 9.30 WIB. Kondisinya sudah meninggal dunia.?
Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Kabupaten Lamandau melalui BPBD dan pihak?terkait tengah melakukan pencarian
Tersangka pencurian uang ratusan juta rupiah di Desa Bangun Jaya, Kecamatan Balai Riam, Kabupaten Sukamara membung rekaman CCTV di Sungai Lamandau.
Korban tenggelam bernama Imam Bogi Yudasetara Alias Yuda (24) warga Jalan Niaga, RT 5, Kelurahan Nanga Bulik, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, akhirnya ditemukan.
Imam Bogi Yudasetara (24), warga RT 05 Nanga Bulik yang merupakan korban tenggelam di Sungai Lamandau pada Selas 25 Februari 2020 sore masih belum ditemukan.
Proses pencarian korban warga RT 5, Kelurahan Nanga Bulik, bernama Imam Bogi Yudasetara (24) yang dinyatakan tenggelam di Sungai Lamandau pada Selasa sore, terpaksa dihentikan sementara.
Seorang warga RT 5, Kelurahan Nanga Bulik, kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau bernama Yudha (21) dikabarkan tenggelam di Sungai Lamandau, tepatnya wilayah seberang RT 2, Selasa, 25 Februari 2020 sore.
BORNEONEWS, Nanga Bulik - Intensitas hujan di Kabupaten Lamandau terus meningkat. Hampir setiap harinya, kabupaten tersebut diguyur hujan. Terkait itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)…
BORNEONEWS, Pangkalan Bun - April hingga Mei adalah musim kawin bagi buaya. Di saat seperti ini, predator buas ini kerap muncul ke permukaan, dan bahkan di sekitar pemukiman warga. Kepala Balai…