Hasil Uji Klinis Vaksin Nusantara Dimuat Dalam Jurnal internasional
Artikel itu merupakan artikel kedua tentang Vaksin Nusantara yang dimuat di jurnal medis internasional.
Tag
Artikel itu merupakan artikel kedua tentang Vaksin Nusantara yang dimuat di jurnal medis internasional.
Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman meminta penyebutan nama Vaksin Nusantara untuk diubah sebab vaksin berbasis sel dendritik merupakan inovasi yang banyak dikembangkan para peneliti di dunia.
Vaksin ini sebentar lagi akan masuk uji klinis Tahap III, sebagai syarat disuntikkan kepada masyarakat
Ahli kesehatan dr Andreas Harry Lilisantoso, SpS (K) yang juga anggota "International Advance Research" Asosiasi Alzheimer Internasional (AAICAD) menyarankan Vaksin Nusantara hendaknya terus dilanjutkan, yang diiringi dengan publikasi ilmiah, baik nasional maupun?internasional.
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyarankan tim peneliti vaksin Nusantara untuk mengikuti prosedur uji klinis yang berlaku dan arahan Badan Pangawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menjamin vaksin aman, berkhasiat dan bermutu.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan pihaknya tidak pilih kasih terkait uji klinis vaksin apapun termasuk vaksin Nusantara.
Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek)/Badan Riset dan Inovasi Nasional siap mengakomodasi kegiatan pengembangan vaksin Nusantara untuk mengatasi penularan COVID-19.
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro menjelaskan kegiatan pengembangan vaksin Nusantara tidak masuk dalam Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 dan Konsorsium Vaksin Merah Putih.
Anggota Komisi IX DPR RI Rahmat Handoyo mengajak semua eleman bangsa diminta mendukung, membantu, dan mendorong terwujudnya produksi vaksin COVID-19, Vaksin Nusantara.