BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Sabrianto, 58, warga Handel Panamas, Kelurahan Selat, yang diketahui kerap membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Pelaksana BPBD Kapuas, Pangeran S. Pandiangan, mengatakan dirinya telah memberikan bantuan secara pribadi kepada keluarga korban. Selain itu, BPBD Kapuas berencana menyalurkan bantuan sembako pada Jumat, 23 Oktober 2026.
“Ada dari saya pribadi dan besok akan diberikan bantuan sembako,” kata Pangeran saat dikonfirmasi.
Pangeran juga menyampaikan duka mendalam atas kejadian tersebut. Ia mengakui penanganan karhutla di Kapuas hingga kini belum dapat dituntaskan sepenuhnya, meskipun upaya pemadaman terus dilakukan di sejumlah lokasi.
“Turut berduka sedalam-dalamnya atas kejadian ini, dan saya sebagai Kalaksa BPBD Kapuas meminta maaf karena kami belum bisa menangani karhutla ini secara tuntas,” ujarnya.
Selain menyampaikan belasungkawa, Pangeran mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati di tengah kondisi karhutla yang masih terjadi. Ia meminta keselamatan dan kesehatan menjadi perhatian utama, terutama bagi warga yang terlibat dalam aktivitas di lokasi kebakaran.
“Diminta kepada masyarakat agar tetap berhati-hati, utamakan menjaga keselamatan dan kesehatan,” katanya.
Sabrianto, yang dikenal dengan panggilan Amang Sabri, bukan anggota resmi pemadam kebakaran maupun relawan. Ketua BPK Panamas, Rawandi, sebelumnya mengatakan korban sering berpartisipasi membantu warga dan relawan memadamkan kebakaran di kawasan kebun.
Hingga berita ini ditulis, penyebab meninggalnya Sabrianto belum dipastikan secara resmi. Dugaan sesak napas di tengah paparan asap karhutla sebelumnya beredar, tetapi belum ada keterangan medis yang memastikan hubungan antara kondisi tersebut dan kematian korban. (SABRIANOOR/y)









