BORNEONEWS, Palangka Raya – Kreativitas penulis di Kalimantan Tengah dalam bingkai sastra, budaya, dan manuskrip kini terdokumentasi melalui buku Jejak Tutur di Punggung Aksara. Buku ini menjadi rekam jejak proses kreatif sekaligus memori kolektif dari kegiatan lokakarya yang melibatkan penulis dari Kalimantan Tengah dan Banyuwangi.
Anggota tim editor buku sekaligus Ketua HISKI Komisariat Palangka Raya, Alifiah Nurachmana, menyampaikan rasa syukur atas terbitnya buku tersebut. Menurutnya, buku ini menyimpan cerita dan pengalaman berharga dari para penulis yang terlibat dalam kegiatan bersama tersebut.
“Alhamdulillah, ada untaian memori yang terukir dalam buku Jejak Tutur di Punggung Aksara. Setiap lembar akan bercerita tentang kreativitas penulis di Kalimantan Tengah dalam bingkai sastra, budaya, dan manuskrip,” ungkap Alifiah kepada Borneonews pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI), Prof. Dr. Novi Anoegrajekti, M.Hum., serta panitia pusat Dana Indonesiana yang telah memberikan kepercayaan kepada HISKI Komisariat Palangka Raya untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Menurut Alifiah, kepercayaan itu menjadi kesempatan penting bagi HISKI Palangka Raya untuk berkontribusi dalam pengembangan kesusastraan sekaligus memperkuat dokumentasi karya dan pengetahuan budaya yang tumbuh di daerah.
"Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh panitia di Palangka Raya yang telah bekerja dalam penyelenggaraan kegiatan, serta para penulis dan peserta lokakarya yang berpartisipasi dalam proses kreatif hingga menghasilkan publikasi bersama," tuturnya.
Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara menghimpun 60 karya kreatif penulis dari Banyuwangi dan Kalimantan Tengah. Selain karya sastra, buku setebal 434 halaman tersebut juga memuat materi lokakarya dari 13 narasumber yang berasal dari sejumlah lembaga, komunitas, serta kalangan penulis lokal.
Penerbitan buku ini merupakan salah satu luaran kegiatan yang didanai melalui Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Buku tersebut dijadwalkan diluncurkan pada 26 Oktober 2026 dalam rangkaian Konferensi Internasional Kesusastraan (KIK) ke-35 HISKI di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Bagi para penulis yang terlibat, publikasi ini bukan sekadar kumpulan karya, melainkan juga dokumentasi perjalanan kreatif yang mempertemukan sastra, tradisi, dan kekayaan budaya dari dua wilayah berbeda. Kehadirannya diharapkan dapat memperluas ruang apresiasi terhadap karya penulis daerah sekaligus menjaga jejak pengetahuan budaya agar tetap terbaca oleh generasi mendatang. (TESTI PRISCILLA/H)









