BORNEONEWS, Palangka Raya – Sebanyak 400 peserta mengikuti talkshow keuangan dalam rangka Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 di Kabupaten Kotawaringin Barat. Kegiatan yang digelar secara hybrid ini menyasar pelajar, mahasiswa, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), aparatur sipil negara (ASN), serta asosiasi industri untuk memperkuat literasi keuangan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan keuangan digital.
"Edukasi keuangan menjadi bagian penting dari upaya memperluas inklusi keuangan agar masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap layanan formal, tetapi juga mampu menggunakannya secara bijak dan aman," kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Talkshow tersebut menghadirkan narasumber dari OJK, Bank Indonesia (BI), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan BPJS Ketenagakerjaan. Diskusi membahas berbagai aspek pengelolaan keuangan, mulai dari tugas dan fungsi OJK, pengenalan produk dan layanan jasa keuangan, hingga kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal.
"Salah satu materi yang menjadi perhatian adalah risiko kejahatan keuangan digital yang semakin menuntut masyarakat untuk lebih cermat dalam bertransaksi," tuturnya.
Pemahaman mengenai legalitas penyedia layanan, karakteristik produk, serta potensi risiko menjadi bekal penting agar masyarakat tidak mudah terjebak penipuan maupun tawaran investasi ilegal.
Selain itu, peserta mendapatkan pemahaman mengenai investasi dan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang. Kedua aspek tersebut berkaitan dengan upaya membangun ketahanan finansial, baik untuk memenuhi tujuan keuangan maupun menghadapi risiko pada masa mendatang.
Primandanu menekankan, peningkatan literasi perlu berjalan beriringan dengan perluasan akses keuangan. Dengan pemahaman yang memadai, masyarakat diharapkan mampu memilih produk sesuai kebutuhan dan profil risiko, sekaligus mengenali potensi kerugian sebelum mengambil keputusan finansial.
Untuk mendekatkan layanan keuangan formal kepada masyarakat, Puncak BIK 2026 juga menghadirkan sejumlah booth layanan dari lembaga jasa keuangan (LJK) sektor perbankan dan pasar modal.
Melalui booth tersebut, peserta dapat memperoleh informasi, berkonsultasi, serta mengakses berbagai produk dan layanan keuangan formal sesuai kebutuhan. Kehadiran layanan ini juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih jauh pilihan produk keuangan yang tersedia.
Penyelenggaraan talkshow dan booth layanan keuangan menjadi bagian dari upaya OJK Kalteng memperkuat literasi sekaligus memperluas inklusi keuangan. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin cakap mengelola keuangan, waspada terhadap aktivitas ilegal, dan mampu membangun perencanaan finansial yang lebih sehat serta berkelanjutan. (TESTI PRISCILLA/H)









