BORNEONEWS, Muara Teweh – Bupati Barito Utara, Shalahuddin menegaskan pentingnya evaluasi kinerja seluruh perangkat daerah serta percepatan pelaksanaan program pembangunan menjelang akhir tahun anggaran 2026.
Bupati, Jumat 23 Oktober 2026 menyampaikan, bahwa evaluasi terhadap program yang telah berjalan sejak Januari perlu dilakukan secara menyeluruh untuk mengetahui capaian, kendala, serta langkah perbaikan yang harus segera dilaksanakan.
“Yang sudah baik kita pertahankan, kita tingkatkan. Kemudian yang masih kurang, lambat, dan belum baik, segera kita perbaiki, kita tingkatkan, dan kita sempurnakan,” tegas Shalahuddin pada Rapat Koordinasi (Rakor) Camat dan Kepala Puskesmas se-Kabupaten Barito Utara di Gedung Balai Antang.
Menurutnya, seluruh pimpinan perangkat daerah harus memastikan setiap program berjalan sesuai target dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pekerjaan yang belum optimal tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, tetapi harus segera ditindaklanjuti melalui langkah konkret dan koordinasi yang baik.
Ia juga menekankan pentingnya membangun tim kerja yang solid, dilandasi rasa persaudaraan, persatuan, loyalitas, serta tanggung jawab. Keberhasilan pembangunan daerah, katanya, bukan hanya menjadi tanggung jawab kepala daerah atau pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh jajaran hingga pelaksana di lapangan.
“Pimpinan harus berani menghadapi persoalan, mendampingi bawahannya, dan bertanggung jawab mencari solusi. Jangan sampai ketika ada masalah justru menghindar dari tanggung jawab,” ujarnya.
Dalam sektor kesehatan, Bupati meminta peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit dan puskesmas agar masyarakat memperoleh pelayanan yang semakin baik, cepat, dan berkualitas. Pemerintah Kabupaten Barito Utara juga merencanakan peningkatan status rumah sakit daerah dari tipe C menjadi tipe B, yang perlu didukung dengan pembangunan rumah sakit penyangga minimal tipe D.
Rencana pembangunan rumah sakit penyangga di wilayah Gunung Timah, Kecamatan Kenduwi, menurutnya, masih memerlukan pembahasan dan koordinasi lebih lanjut, terutama mengenai kesiapan lahan, status kawasan, aksesibilitas, serta kedekatan lokasi dengan permukiman masyarakat.
Selain itu, Bupati meminta seluruh perangkat daerah memberikan masukan dalam penyempurnaan program pembangunan 2027.
Perencanaan harus disusun secara cermat dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat, sehingga anggaran dan program yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat.
Di bidang pendidikan, Shalahuddin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperluas akses pendidikan gratis dan memberikan dukungan beasiswa hingga perguruan tinggi.
Ia menyebutkan bantuan pendidikan bagi siswa SD dan SMP telah menjangkau sekitar 29 ribu siswa, meskipun angka tersebut masih perlu diverifikasi oleh perangkat daerah terkait.
Melalui rakor tersebut, Bupati berharap seluruh camat, kepala puskesmas, dan kepala OPD semakin memperkuat koordinasi, meningkatkan disiplin kerja, serta mempercepat penyelesaian program yang belum optimal.
Ia menegaskan, evaluasi kinerja bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi menjadi langkah penting untuk memastikan pemerintahan berjalan efektif, pelayanan publik terus meningkat, dan pembangunan Kabupaten Barito Utara memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat.(RAMADHANI/R)









