BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada November 2026. Namun, datangnya musim hujan tidak serta-merta mengakhiri kekeringan, karena fenomena El Niño diprediksi masih berlangsung hingga awal 2027 dan berpotensi mengurangi intensitas curah hujan di sejumlah wilayah.
Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Palangka Raya, Nadya, menjelaskan El Niño merupakan fenomena iklim yang dapat menurunkan intensitas curah hujan, memperpanjang musim kemarau, serta memperlambat awal musim hujan.
BMKG memperkirakan awal musim hujan berlangsung pada awal hingga pertengahan November 2026 di sejumlah wilayah. Meski demikian, kondisi setiap daerah dapat berbeda, termasuk dalam hal waktu dimulainya hujan dan intensitas curah hujan yang diterima.
Terkait kemungkinan hujan pada musim ini tidak sederas periode sebelumnya, Nadya mengatakan kondisi tersebut bisa terjadi di beberapa wilayah akibat pengaruh El Niño.
“Untuk beberapa wilayah, hal tersebut mungkin saja terjadi,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Jumat, 23 Oktober 2026.
El Niño berkaitan dengan perubahan suhu muka laut di Samudra Pasifik tropis, terutama menghangatnya perairan di bagian tengah dan timur. Perubahan ini dapat memengaruhi sirkulasi atmosfer dan distribusi pembentukan awan, sehingga pola curah hujan di Indonesia ikut berubah.
Nadya menjelaskan suhu muka laut turut memengaruhi ketersediaan uap air untuk pembentukan awan hujan. “Pemanasan suhu muka air laut itu mempengaruhi penguapan atau suplai uap air untuk pembentukan awan hujan,” katanya.
Bagi Kapuas, kondisi tersebut perlu dicermati karena hujan yang belum merata atau berintensitas rendah dapat membuat lahan tetap kering meskipun kalender musim telah memasuki periode hujan. Situasi ini juga berpotensi memperpanjang kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan yang masih memiliki bahan bakar kering.
Karena itu, perkiraan awal musim hujan pada November perlu dipahami sebagai gambaran perubahan pola musim, bukan jaminan hujan akan turun merata setiap hari. Pemantauan perkembangan cuaca dan informasi iklim terbaru dari BMKG tetap diperlukan untuk mengetahui kondisi di masing-masing wilayah.
Dengan prediksi El Niño bertahan hingga awal 2027, perkembangan curah hujan dalam beberapa bulan ke depan menjadi penting bagi upaya mengantisipasi kekeringan dan karhutla di Kapuas. Masyarakat dan pemerintah daerah perlu menyesuaikan langkah kewaspadaan dengan kondisi lapangan serta pembaruan informasi meteorologi. (SABRIANOOR/H)









